120 DOKTER SE-PURWASUKA IKUT SEMINAR ILMIAH EMERGENSI UROLOGI

Siloam Hospitals Purwakarta menggelar Seminar Ilmiah Penatalaksanaan Kasus Emergensi Urologi di Aula Janani Hotel Harper by Aston Purwakarta, Jl. Raya Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (9/3).

Seminar yang dihadiri 120 dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum se-Purwakarta, Subang, dan Karawang ini, menghadirkan tiga narasumber yang merupakan dokter spesialis urologi dari Siloam Hospitals Purwakarta.

Ketiganya adalah dr Jupiter Sibarani Sp.U yang menyampaikan materi tentang “Urological Emergency pada Kasus Sirkumsisi”, dr Joko Anom Sp.U dengan materi “Update Penanganan Prostate Hyperplasia (BPH), Managing LUTS due to BPH”, dan dr Safendra Siregar Sp.U yang menjelaskan materi tentang “Batu Ginjal & ESWL”.

Dalam sambutannya, Direktur Siloam Hospitals Purwakarta dr Irwan Gandana MARS melalui Head of Business and Development Nita Hanjani Dewi mengatakan, seminar ilmiah menjadi program tahunan Siloam Hospitals Purwakarta.

Di samping itu, kata Nita, saat ini Siloam Hospitals Purwakarta juga memiliki layanan terbarunya, yakni ESWL yang sudah ada sejak Januari 2019. “Melalui seminar ilmiah ini pula kita perkenalkan layanan terbaru Siloam Hospitals Purwakarta. ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy merupakan terapi batu ginjal tanpa pembedahan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemateri dr Safendra Siregar Sp.U menyebutkan, ESWL merupakan prosedur non-invasif, di mana tidak diperlukan adanya pembedahan untuk penanganan batu ginjal.

“Prosedur ini banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85% kasus,” kata dia.

“Minimal kami menyelenggarakannya (seminar ilmiah, red) dua kali dalam setahun. Untuk temanya disesuaikan dengan berbagai kasus yang banyak terjadi di masyarakat. Misalnya BPH (pembesaran kelenjar prostat, sirkumsis (khitan, red), dan batu ginjal,” katanya.

Lebih lanjut Safendra mengatakan, ESWL bekerja melalui transmisi gelombang ultrasonik atau hidraulik untuk menghancurkan batu melalui jaringan dan cairan tubuh, sehingga batu menjadi fragmen-fragmen batu yang lebih kecil dapat keluar spontan melalui kencing.

“Prosedur ini memerlukan waktu yang cukup singkat sekitar 30-60 menit, dan di Siloam Hospitals Purwakarta sudah menerima pasien BPJS Kesehatan untuk tindakan ESWL ini. Ada pun periode Januari-Februari 2019, layanan ESWL ini sudah menangani 20-30 pasien,” ucapnya.

Prosedur ESWL, sambungnya, memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan prosedur lain dalam penanganan kasus batu ginjal. “Antara lain, tidak memerlukan pembedahan atau pemasukan alat ke dalam tubuh, rasa nyeri yang minimal, bahkan seringkali tidak memerlukan anestesi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, perawatannya singkar, bahkan tak perlu dirawat. “Tindakan dapat diulang pada kasus batu residif dan dapat digunakan pada semua usia,” ucapnya.

Seminar ilmiah tersebut berjalan dengan interaktif. Setiap kali pemberian materi dari tiap-tiap narasumber dilakukan langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat yang ditandatangani Ketua IDI Cabang Purwakarta dr Susilo Admojo Sp.PD dan Direktur Siloam Hospitals Purwakarta dr Irwan Gandana MARS. (pe/chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: