2 ALASAN DIBALIK PENOLAKAN WARGA BURANGKENG HADIRI RAPAT DI PEMDA BEKASI

Warga Burangkeng melalui Tim 17 menolak hadir pada rapat mengenai rapat penutupan TPA Burangkeng di Ruang Rapat Sekda, Cikarang Pusat, hari ini, Rabu (6/3/2019).

Ketua Tim 17 Ali Gunawan, menyebutkan, setidaknya ada 2 alasan penolakan warga atas undangan rapat yang dilayangkan Dinas LH Kabupaten Bekasi pada Senin (4/3/2019).

Pertama mengenai undangan kepada para pelapak dan pemulung pada rapat hari ini, kedua soal pengirim surat.

“Daripada kita ribut sesama warga Burangkeng? Bukannya nanti menyelesaikan masalah, malah nambah masalah,” ucap Ali.

Kata Ali, para pelapak dan pemulung otomatis kontra dengan mayoritas warga Burangkeng yang menutup TPA.

“Di Burangkeng ada 4 pelapak, ada juga yang dari Sumur Batu. Pemulung paling ada 45-50. Ada juga dari luar. Itu kan jatuhnya kelompok. Kalau kita kan keseluruhan warga,” imbuh Ali.

Dengan mengundang pelapak dan pemulung, maka menurut Ali, Dinas terkesan ingin mengadu sesama warga Burangkeng. Hal itu justru membuat rumit permasalahan.

Mengenai alasan kedua, Tim 17 mempersoalkan pengirim surat undangan rapat, yakni Sekretaris Dinas LH, Kuswaya. Warga meminta Plt Bupati Bekasi yang mengirimnya secara langsung.

“Kita mau yang undang langsung dari bupati, bukan cuma sekelas sekdin. Kalau bupati menganggap persoalan ini penting, seharusnya dia turun,” katanya.

Warga meminta agar Pemkab Bekasi menjadwal ulang rapat dengan 2 syarat, pertama, tidak mengundang pelapak dan undangan dilayangkan langsung plt. bupati Bekasi.

“Kita menolak hadir bukan karena tidak ingin menyelesaikan masalah, tapi justru ingin menyelesaikan masalah. Karena kalau kita hadir, otomatis kontra dengan pelapak. Malah bisa menambah masalah,” katanya. (pjk/chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: