ASN PURWAKARTA PAKAI LPG BRIGHT DALAM RANGKA HARI KONSUMEN NASIONAL

ASN Purwakarta saat ikuti pencanangan penggunaan LPG Pink atau Bright Gas Pertamina 5,5kg. (FOTO/PASUNDAN EKSPRES)

Purwakarta – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Purwakarta mencanangkan komitmen memakai LPG (liquefied petroleoum gas) Bright Gas Pertamina 5,5 kg. Dengan pencanangan komitmen tersebut hari ini, pemakaian LPG Bright Gas yang merupakan bahan bakar non subsidi diperkirakan naik menjadi 20% dari total konsumsi LPG di Kabupaten Purwakarta.

Melansir pasundanekspress, deklarasi ASN disampaikan dalam rangka Perayaan Hari Konsumen Nasional ke-7 di Purwakarta. Sedianya, Hari Konsumen Nasional dilaksanakan pada April lalu.

“Hari ini setidaknya 800 orang ASN hadir dan mendukung program penggunaan LPG Bright Gas Pertamina 5,5 kg. Komitmen tersebut menunjukkan kepedulian kami untuk memakai bahan bakar rumah tangga yang kualitasnya lebih baik, lebih aman karena memiliki valve ganda, dan lebih terjamin dengan adanya barcode berhologram,” jelas Bupati Kabupaten Purwakarta Hj Anne Ratna Mustika SE dalam pembukaan acara Peringatan Hari Konsumen Nasional ke-7 Tingkat Kabupaten Purwakarta Tahun 2019.

Pada ajang ini, PT Pertamina (Persero) memberikan potongan harga Rp 61 ribu untuk pembelian perdana Bright Gas 5,5 KG (tabung dan isi), yakni dari harga normal Rp 350 ribu menjadi Rp 289 ribu per tabung.

Pertamina juga akan bekerjasama dengan koperasi di masing-masing dinas, sehingga ASN memiliki kemudahan membeli Bright Gas di koperasinya masing-masing.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengungkapkan, pada tahun 2019, pengguna LPG Non Subsidi di Kabupaten Purwakarta mencapai 10% dari total konsumsi LPG, baik LPG Subsidi (Public Service Obligation/PSO) 3 KG maupun LPG Non Subsidi yakni Bright Gas 5,5 KG 12 KG dan 50 KG. Total konsumsi LPG di Purwakarta sekitar 730 ribu tabung per bulan.

Dewi berharap, konsumsi dari ASN diharapkan bisa meningkatkan pengguna LPG Non Subsidi menjadi 20%.

“LPG Subsidi 3 KG sesuai peraturan pemerintah diperuntukan untuk masyarakat miskin, karena itu kuota untuk tiap daerah dibatasi sesuai dengan ketentuan Pemerintah. kami menghimbau masyarakat yang tidak berhak untuk menggunakan produk LPG Non Subsidi, sehingga penggunaan LPG 3 KG benar-benar tepat sasaran,” jelas Dewi.

LPG Non Subsidi dapat ditemui di sejumlah outlet seperti minimarket modern, sejumlah SPBU, serta agen dan pangkalan LPG Pertamina. Masyarakat juga bisa menghubungi Call Center Pertamina di 135 untuk jasa layanan antar LPG Non Subsidi tersebut. (pe/dn)

error: