BAK ANGKAT BEBAN, INI LHO ‘BERATNYA’ HARGA SAYUR SAAT MUSIM HUJAN

Purwakarta – Musim hujan akhirnya tiba setelah sekian lama Kabupaten Purwakarta merasakan panasnya musim kemarau berkepanjangan. Namun bukannya ‘kesegaran’ yang didapat, justru musim hujan malah mendatangkan ‘hawa panas’ yang timbul dari harga beberapa komoditas sayuran yang tercatat melonjak.

Seperti halnya di salah satu pasar tradisional di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Saat tim liputan FamzTV.com ‘blusukan’ ke pasar tersebut, catatan belanjaan menunjukkan angka fantastis.

Sebut saja komoditas yang jadi tokoh antagonis dalam alkisah klasik yaitu bawang merah. Kini, harganya tembus Rp. 35.000,- sampai Rp. 40.000,-/kg, dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp. 15.000,-/kg.

Labu siam ‘mini’ yang sebelumnya cuma Rp. 8.000,-/kg, sekarang merangkak naik jadi Rp. 16.000,-/kg.

Sementara buncis makin fantastis, karena saat ini eksis di harga Rp. 20.000,-/kg dari harga sebelumnya yang hanya Rp. 8.000,-/kg.

Meski harga jual beberapa komoditas naik, Mia Rahmawati – seorang pedagang yang ditemui tim liputan FamzTV.com di pasar tradisional Plered mengaku kalau kenaikan harga di musim hujan seperti ini adalah hal yang wajar.

“Wajar sih, paling ya yang beli cuma ngurangi jumlah belinya aja. Kalau soal stok kita malah banyak. Harga naik kan tergantuk pemasok, jadi nggak ngaruh ke untungnya pedagang”, ujar Mia.

Sementara itu komoditas lain yang terpantau cukup stabil harganya adalah cabai merah besar dan jengkol. (can/fath)

error: