BANK SAMPAH INDUK, AMPUHKAH ATASI SAMPAH PLASTIK DI PURWAKARTA?

Purwakarta – Masalah sampah plastik di Indonesia sudah seperti kisah klasik yang terus diulik karena semakin menarik dan langganan jadi sorotan public. Berangkat dari hal tersebut, pemerintah dituntut cepat untukmenangani dan mengelola sampah plastik, karena dari hasil riset University of Georgia tahun 2010 menyebutkan ada 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik dan hampir 1,29 juta ton sampah plastik diduga mencemari lautan Indonesia melalui aliran sungai.

Hal tersebut membuat bumi pertiwi ada di ranking 2 dunia negara yang menyebabkan polusi laut. Untuk ituKementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya memberikan bantuan berupa pembangunanbank sampah induk di Purwakartauntuk mengurangi sampah plastik yang sering dibuang di Sungai Citarum. Meski sampai sekarang proses pembangunannya masih baru penandatanganan MoU dan merancang sistem manajemennya, pembangunan bank sampah induk yang juga jadi sub-program Citarum Harum ini rencananya mulai dibangun antara akhir September sampai awal Oktober di eks TPA Ciwareng.

Hal itu seperti yang disebutkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta – Deden Guntari. Deden berharap, bank sampah induk yang nantinya akan dibangun bisa bekerjasama dengan 19 bank sampah lain yang tersebar di kecamatan yang ada di Purwakarta untuk menekan jumlah sampah plastik. Meski begitu, Deden menilai kalau satu kabupaten hanya diberikan satu bank sampah induk tidak begitu memberikan dampak signifikan.

Untuk saat ini, deden mengakui jika pihaknya terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan bank sampah yang sudah lebih dulu ada di Purwakarta untuk sharing soal pengelolaan sampah. Jadi ketika nanti bank sampah induk sudah rampung, bisa saling bergerak untuk mereduksi sampah plastik sekaligus membuat produk kreatif yang bisa warga ambil manfaatnya. (bay/can/fath)

error: