BATAL UMUMKAN PENGUNDURAN DIRI BUPATI BEKASI NONAKTIF NENENG HASANAH YASIN, DPRD DILEMA

Pengumuman pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin di sidang paripurna DPRD Kabupaten Bekasi batal digelar hari ini, Jumat (8/3/2019).

Alasannya, DPRD Kabupaten Bekasi belum mendapat kepastian soal tindaklanjut dari surat tersebut. Meskipun sebelumnya sudah melakukan kunjungan ke Kabupaten Indramayu untuk mempelajari soal pengumuman tersebut.

“Kemarin dari Indramayu kemudian kita ke provinsi. Dari provinsi kita diusulkan ke Ditjen Otda. Jadi di kita ini sifatnya hanya usulan atau hanya keputusan yang kita umumkan?,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar usai sidang paripurna.

Jika merujuk pada Undang-undang, kata Sunandar, DPRD Kabupaten Bekasi hanya menindaklanjuti surat pengunduran diri Neneng dengan diumumkan dan diusulkan.

“Tapi ada yang bilang juga surat dari provinsi diumumkan dan untuk membuat keputusan. Nah ini yang membuat dilema,” katanya.

“Yang membuat keputusan kan Mendagri, bukan di DPRD. SK dari Mendagri dan dilantik oleh gubernur. Tapi di kami ini harus ada keputusan. Nah di surat yang kami dapat itu hanya sebatas usulan. Jadi mana yang harus dilaksanakan,” lanjutnya.

DPRD Kabupaten Bekasi, kata Sunandar, ingin secepatnya proses pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dilaksanakan.

“Ya ingin secepatnya diumumkan dan diusulkan. Kalau memang sebatas mengumumkan ya diumumkan, tapi ada lagi yang minta ketetapan juga. Saya sih berharap diumumlan saja. Karena kewenangan kami bukan mengangkat atau melantik (bupati definitif),” katanya.

Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin mengajukan surat pengunduran dari jabatannya sebagai bupati pada medio Februari 2019 kemarin.

Saat ini Neneng masih menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Bandung. Ia didakwa menerima suap dari izin proyek Meikarta. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: