DARI BLOKADE HINGGA RICUH, INI POTRET DEMO UU CIPTA KERJA DI PURWAKARTA

Purwakarta – Ribuan buruh di Kabupaten Purwakarta terus menyuarakan tuntutan pembatalan UU Cipta Kerja pada hari ketiga, Kamis (8/10/2020). Para buruh berkumpul di Kantor DPC SPSI Jalan Veteran Purwakarta sebelum kemudian menuju Kantor Pemda dan DPRD Purwakarta untuk berunjuk rasa menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja.

Sekertaris DPC SPSI Purwakarta Heru Marsudi mengatakan, para buruh yang ikut menyuarakan tuntutan pembatalan UU Cipta Kerja pada hari ketiga ini sekitar 10 ribu orang.

“Hari ini kita all out karena dari tiga tanggal 6 dan 7, hari ini  tanggal 8 adalah puncaknya dari tiga hari aksi,” ujar dia. Ia menjelaskan, tuntutan pada hari ketiga ini tetap sama yaitu batalkan UU Cipta Kerja karena merugikan para buruh, khususnya klaster ketenagakerjaan.

“Yang kita harapkan presiden mencabut UU yang telah disahkan kemarin, minimal mengeluarkan Perbu untuk kemudian diperbaiki lagi,” kata dia. Saat ditanya bagaimana tuntutan ditolak, ia mengaku mungkin dari tingkat pusat akan berkoordinasi kembali. Apakah aksi akan dilanjutkan atau bagaimana nanti menunggu dari pusat.

“Intinya hari ini merupakan puncak aksi selama tiga hari secara nasional,” ujar dia.

Demo Sempat Ricuh, 8 Orang Diamankan 1 Polisi Kena Percikan Gas Air Mata

Demo buruh tolak UU Cipta Kerja sempat ricuh di depan DPRD Kab. Purwakarta

Sehari sebelumnya, aksi unjuk rasa menuntut pembatalan UU Cipta Kerja pada hari kedua di depan Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta berujung ricuh, Rabu (7/10/2020).

Buntut dari kericuhan tersebut Polres Purwakarta mengamankan delapan orang yang diduga menjadi provokator. Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan menegaskan, kedelapan orang yang diamankan bukan dari pihak buruh maupun mahasiswa, melainkan pihak lain yang ikut pada aksi tersebut.

“Bukan dari buruh ataupun mahasiswa. Kerusuhan berawal dari kesalahpahaman, tapi bisa terkendali,” ujar dia. Ia memastikan tidak ada massa aksi maupun petugas terluka akibat kericuhan.

“Ada aparat yang terkena percikan gas air mata, namun kondisinya sudah pulih,” kata Kapolres Purwakarta.

Bagi ‘Keukatan’ Massa Buruh Ke Jakarta

Massa Buruh Purwakarta Menolak UU Cipta Kerja

Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja di Kabupaten Purwakarta kembali melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (7/10/2020). Unjuk rasa yang mereka lakukan masih tetap sama yaitu menuntut pembatalan UU Cipta Kerja yang sebelumnya disahkan DPR pada rapat paripurna.

Ratusan mahasiswa turut turun ke jalan bergabung dengan para buruh. Mereka menggelar longmarch atau berjalan kaki dan ada juga mengendari sepeda motor di Jalan Veteran dari arah Sadang menuju Purwakarta kota. Mereka berencana melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Disnakertrans dan Gedung DPRD setempat.

“Hari ini kita ke DPRD lagi karena kita akan melanjutkan bahwa UU Cipta Kerja bukan penolakan dari serikat kerja saja, tapi ini penolakan dari seluruh elemen masyarakat Purwakarta,” ungkap salah satu pimpinan serikat pekerja dari PC KEP SPSI Purwakarta, Ira Laila.

Ia mengatakan, gabungnya para mahasiswa menunjukkan bahwa UU Cipta Kerja ditolak oleh seluruh elemen masyarakat karena tidak sesuai dengan UUD dan Pancasila. Karena tiga jaminan yang sudah ada sebelumnya yaitu jaminan upah, jaminan pekerjaan, dan jaminan sosial itu hilang.

“Kemudian juga mempermudah tenaga kerja asing, hilangnya pesangon dan dipermudah PHK menjadi poin utama yang kami pikir harus diperjuangkan,” ucap dia.

Sementara, Pangkorcap SPSI, Tondi Binza mengaku esok hari di Purwakarta akan aksi besar-besaran. Ia menyebut akan membuktikan bahwa selama ini diam bukan berarti diam. “Kita sedang susun kekuatan untuk berunjuk rasa besok dan sebagian ke Jakarta,” kata dia.

(can)

error: