HARGA MAKANAN-MINUMAN TURUN, INDONESIA DEFLASI ‘LAGI’

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pada Agustus 2020 terjadi deflasi 0,05%. Pertumbuhan deflasi ini disebabkan oleh penurunan harga berbagai komoditas secara umum.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan deflasi ini merupakan kedua kalinya yang terjadi pada 2020. BPS mencatat pada Juli lalu Indonesia juga mengalami deflasi 0,10%.

“Kalau kami lihat perkembangan inflasi di berbagai negara memang menunjukkan perlambatan. Bahkan mengarah ke deflasi karena Covid-19 menghantam sisi permintaan maupun sisi suplai,” ujar Kecuk, Selasa (1/9).

Dia mengatakan, deflasi disebabkan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 0,86%, serta kelompok transportasi yang turun 0,14%.

“Ada beberapa komoditas yang dominan memberikan andil ke deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau karena terjadi penurunan harga. Yaitu penurunan harga daging ayam ras, bawang merah, tomat, telur ayam ras, dan beberapa jenis buah,” ujarnya.

Sementara itu, ada beberapa kelompok yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2020 sehingga menyumbang inflasi, yaitu pendidikan dan perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Pengeluaran pendidikan, ujar Kecuk, pada Agustus 2020 mencatatkan inflasi 0,57%. Kecuk mengatakan inflasi di kelompok pendidikan terjadi karena Juli dan Agustus merupakan masa tahun ajaran baru. Selain itu, kenaikan uang sekolah dan perguruan tinggi juga turut andil membuat inflasi.

Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, juga tercatat mengalami inflasi 2,02% pada Agustus 2020. Inflasi di kelompok ini disebabkan oleh kenaikan harga emas perhiasan di 90 kota.

Oleh sebab itu, tingkat inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2020 tumbuh sebesar 0,93% dan tingkat inflasi tahun ke tahun Agustus 2020 terhadap Agustus 2019 tumbuh sebesar 1,32%.

(can/ale)

error: