HASIL UJI VAKSIN COVID-19 AMERIKA BISA LEGAKAN DUNIA

Amerika – Moderna mengatakan bahwa vaksin virus corona yang telah diuji pada manusia tampaknya aman dan menunjukkan hasil positif.

Perusahaan yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat, sebelumnya telah menguji vaksin pada 8 orang, yang semuanya menunjukkan respons kekebalan terhadap virus.

Ini merupakan vaksin pertama di Amerika Serikat yang diuji langsung pada manusia.

Dikutip FAMZTV.com dari laman The Sun, para sukarelawan menerima dua dosis vaksin pada bulan Maret 2020 lalu dan membuat antibodi yang kemudian diuji dalam sel manusia di laboratorium.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, antibodi atau kekebalan tubuh yang dihasilkan mampu menghentikan replikasi virus.

Perusahaan bioteknologi AS itu mengatakan bahwa antibodi yang diproduksi mirip dengan yang ada pada pasien yang pulih dari COVID-19.

Vaksin yang disuntikan tampaknya menunjukkan respon dosis, yang berarti bahwa orang dengan dosis yang lebih tinggi memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi pula.

Dengan hasil ditunjukkan, vaksin Moderna telah menerima lampu hijau untuk memulai tahap kedua pengujian pada manusia.

Minggu lalu, bahkan regulator AS telah memberikan status ‘jalur cepat’ vaksin untuk mempercepat tinjauan peraturan.

Saat ini, negara Amerika Serikat telah mencatat, lebih dari 1,5 juta kasus dengan 91.738 kematian.

Tercatat sudah 353.245 pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Kami berinvestasi untuk meningkatkan produksi sehingga kami dapat memaksimalkan jumlah dosis yang dapat kami hasilkan untuk membantu melindungi sebanyak mungkin orang dari SARS-CoV-2,” kata Chief Executive Officer Moderna, Stephane Bancel.

Setelah memenangkan label ‘jalur cepat’ dari agensi kesehatan AS untuk mempercepat tinjauan peraturan, Moderna mengharapkan untuk dapat memulai uji tahap akhir yang lebih besar pada bulan Juli 2020 mendatang.

Moderna bahkan telah menandatangani kesepakatan kontrak dengan Swiss untuk membuat obat bersama Lonza Group AG dan pemerintah AS untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar.

Para ilmuwan kini masih berusaha memahami level antibodi yang tepat, yang pada akhirnya terbukti protektif terhadap virus corona atau SARS-CoV-2 dan berapa lama perlindungan itu akan bertahan.

Setelah memenangkan label ‘jalur cepat’ dari agensi kesehatan AS untuk mempercepat tinjauan peraturan, Moderna mengharapkan untuk dapat memulai uji tahap akhir yang lebih besar pada bulan Juli 2020 mendatang.

Moderna bahkan telah menandatangani kesepakatan kontrak dengan Swiss untuk membuat obat bersama Lonza Group AG dan pemerintah AS untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar.

Para ilmuwan kini masih berusaha memahami level antibodi yang tepat, yang pada akhirnya terbukti protektif terhadap virus corona atau SARS-CoV-2 dan berapa lama perlindungan itu akan bertahan. (can/sun)

error: