JURU PARKIR MINIMARKET, ANTARA BANTU, MERESAHKAN?

Purwakarta – Beberapa waktu lalu pemerintah melalui Kementrian Dalam Negeri menginstruksikan Gubernur, Walikota dan Bupati di daerah untuk menertibkan pengelolaan parkir. Mendagri – Tito Karnavian menyebut, kalau pengelolaan parkir dibiarkan saja bisa merusak investasi dan pendapatan daerah di sektor parkir rawan ‘bocor’. Pemerintah menilai, uang yang didapat dari hasil parkir tidak sedikit. Selain itu dugaan kuat adanya oknum ormas, preman, bahkan aparat yang membekingi juru parkir terutama parkir liar begitu kuat mencuat dan dikhawatirkan perparkiran tanah air jadi rawan pungutan liar. Hal tersebut mendorong pemerintah pusat membuat tim saber parkir liar untuk memberantas praktik pungli.

Mendagri – Tito Karnavian. (FAMZ Media/Foto: Kompas)

Menanggapi hal tersebut pengendara yang menjadi sosok sumber pendapatan para juru parkir merespon positif aturan pemerintah.

Putri Riana misalnya yang mendukung penuh pengaturan sistem parkir utamanya di minimarket supaya jelas dan tertib.

“Juru parkir sih bikin kendaraan aman, cuma kalau ada system aturan yang jelas kan nggak merugikan yang parkir. Kalau soal ormas yang membekingi juru parkir ya seharusnya mereka berkoordinasi sama pemda lah”, ujar Riana saat ditemui di salah satu minimarket depan RS. Siloam Purwakarta, Sabtu (14/12).

Putri Riana saat ditanyai pendapat terkait parkir liar oleh Kemendagri oleh reporter Famz Media. (FAMZ Media/Foto: Sal)

Di lokasi yang sama, Rifky Afrizal yang juga seorang pengendara berpendapat kalau langkah pemerintah membentuk tim saber parkir liar adalah langkah yang tepat untuk mereduksi tindakan pungli.

“Ya pas lah kalau buat mengurangi pungli, apalagi kalau (parkir, red) liar kan nggak ada batasan tarif. Kadang dua ribu kadang bisa lebih. Cuma yang perlu diperhatikan itu lahan parkirnya, kalau meluber ke jalan ya bisa bikin macet”, kata Rifky.

Rifky Afrizal saat ditanyai pendapat terkait parkir liar oleh Kemendagri oleh reporter Famz Media. (FAMZ Media/Foto: Den)

Sementara saat disinggung soal dugaan adanya oknum ormas yang membekingi parkir liar, Rifky menilai kalau dirinya tak tahu menahu soal hal tersebut.

“Kalau soal ormas ya nggak taulah. Tapi kalau ormas dibilang melindungi masyarakat, saya piker itu belum, mungkin”, tandasnya. (sal/den/fath)

error: