KASUS PENEMBAKAN LASKAR FPI, BARESKRIM PERIKSA 82 SAKSI

Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap 82 saksi dalam kasus penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan, hingga kini penyidik masih terus meminta keterangan saksi guna mengumpulkan bukti penetapan tersangka. Bareskrim juga terus bekoordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang tengah melakukan investigasi.

“Sudah 82 saksi diperiksa. Penyidik masih tetap berkoordinasi dengan Komnas HAM,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (28/12).

Andi menerangkan, 82 orang saksi yang diperiksa adalah saksi ahli dan saksi yang disekitar lokasi. Namun, belum ada pemeriksaan terhadap keluarga korban karena menolak.

“Pihak keluarga berhak menolak menjadi saksi dan mereka mengambil hak ini yang dijamin di dalam Pasal 168 KUHP,” katanya.

Untuk diketahui, enam Laskar FPI ditembak oleh anggota polisi pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Versi polisi, saat itu mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengikuti kendaraan pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS), tiba-tiba mobil anggota dipepet dan disetop dua kendaraan pengikut HRS.

Kemudian, terjadi penodongan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit ke arah anggota oleh pengikut HRS. Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur.

FPI memaparkan versi berbeda. Menurut pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman, Senin (7/12), justru rombongan HRS yang diadang polisi oleh orang tak dikenal. 

“Bahwa benar ada peristiwa pengadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) dan keluarga serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal IB,” katanya.

Peristiwa penembakan itu bermula ketika Habib Rizieq beserta keluarga akan bertolak ke pengajian subuh di internal keluarga inti. Namun, tak disebutkan lokasi pengajian tersebut. Para OTK langsung mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluar.

“Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman OTK (orang tak dikenal), yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB,” bunyi pernyataan itu.

(saj/can)

error: