KEBIJAKAN DAN KEPUTUSAN BELUM JELAS, HAJI TAHUN INI DIMINTA BATAL

Bandung – Meski belum ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia soal nasib ibadah haji, namun Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jawa Barat (Jabar) meminta agar ibadah haji khusus (plus) ditangguhkan saja untuk tahun ini.

Hal ini disebabkan risiko yang harus ditanggung pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan jemaah calon haji khusus sangat besar.

“Lebih baik penyelenggaraan haji plus atau haji khusus pada tahun ini ditangguhkan saja. Terlalu banyak risiko kalau haki plus tetap diberangkatkan ke tanah suci,” kata Ketua FJS Patuh Jabar, Wawan Ridwan Misbach di kantor Qiblat Tour, Selasa 19 Mei 2020.

Dia menambahkan, Indonesia bisa meniru Singapura yang membatalkan ibadah hajinya dengan tidak memberatkan jemaah calon ke tanah suci.

“Untuk Indonesia ada dua jenis haji yakni haji reguler dan haji plus. Kalau untuk haji reguler masih bisa dipertimbangkan untuk diberangkatkan ke tanah suci,” ujarnya.

Haji reguler, kata Wawan, semua risiko ditanggung pemerintah sehingga bisa diberangkatkan saat pandemi Covid-19 ini.

“Sedangkan haji khusus semua risiko ditanggung jemaah dan pihak travel.

Kami yakin pihak travel juga tak bisa menanggung risiko sepenuhnya sebab biayanya terlalu besar untuk mengganti biaya haji jemaah maupun biaya-biaya lainnya,” kata Wawan yang juga direktur Qiblat Tour.

Dia mencontohkan apabila ada jemaah calon haji yang sudah sampai di bandara dan siap terbang ke tanah suci, namun sebelum naik pesawat malah diduga terkena Covid-19.

“Tentu saja jemaah yang bersangkutan tak bisa berangkat ke tanah suci. Kalau jemaah itu minta penggantian biaya, siapa yang menanggung?” Ujarnya.

Demikian pula kewajiban untuk karantina jemaah calon haji dua Minggu sebelum berangkat dan dua Minggu setelah pulang haji juga butuh biaya mahal.

“Pihak PPIHK tak punya asrama haji layaknya haji reguler sehingga jemaah akan ditempatkan di hotel saat karantina. Siapa yang membiayai karantina ini?” katanya. (can/pr)

error: