KENALI INSOMNIA, JANGAN-JANGAN KAMU KRONIS

asian man in bed suffering insomnia and sleep disorder thinking about his problem at night

Insomnia adalah gangguan tidur umum yang menyulitkan penderita untuk tertidur. Ada beberapa jenis insomnia. Setiap jenis ditandai oleh berapa lama insomnia berlangsung, gejala, dan apa penyebabnya. Insomnia dapat berlangsung beberapa hari, minggu, atau dalam jangka panjang. Stres, menopause, kondisi kesehatan medis dan mental tertentu adalah penyebab umum insomnia.

Berikut beberapa jenis insomnia dilansir dari Healthline, Jumat (31/7/2020).

1. Insomnia Akut

Insomnia akut adalah insomnia jangka pendek yang dapat berlangsung hanya beberapa hari hingga beberapa minggu. Jenis insomnia ini adalah yang paling umum. Insomnia akut biasanya terjadi ketika penderita mengalami peristiwa yang membuat stres, seperti kematian orang yang dicintai atau memulai pekerjaan baru. Insomnia akut juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan yang mengganggu tidur, seperti kebisingan atau cahaya, tidur di lingkungan yang tidak dikenal, ketidaknyamanan fisik, seperti rasa sakit atau tidak dapat mengambil posisi yang nyaman. Insomnia jenis ini juga lumrah disebabkan oleh obat-obatan atau penyakit tertentu.

2. Insomnia Kronis

Insomnia dianggap kronis jika penderita kesulitan tidur setidaknya 3 hari per minggu dengan jangka waktu sebulan. Insomnia kronis dapat bersifat primer atau sekunder. Insomnia kronis primer, yang juga disebut insomnia idiopatik, tidak memiliki penyebab yang jelas atau kondisi medis yang mendasarinya. Insomnia sekunder, juga disebut insomnia komorbiditas, lebih sering terjadi. Ini adalah insomnia kronis yang terjadi dengan kondisi lain. Penyebab umum insomnia kronis meliputi kondisi medis kronis, seperti diabetes, penyakit parkinson, hipertiroidisme. Kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan kegelisahan. Obat-obatan, termasuk obat kemoterapi dan antidepresan. Penyebab lainnya juga termasuk kafein dan stimulan lainnya, seperti alkohol, nikotin, dan obat-obatan lainnya. Faktor gaya hidup, termasuk sering bepergian, jet lag, pekerjaan shift berputar, dan tidur siang juga dapat jadi sebabnya.

3. Insomnia Onset

Insomnia onset adalah kesulitan memulai tidur. Insomnia jenis ini bisa menjadi insomnia jangka pendek atau menjadi kronis. Masalah psikologis atau kejiwaan adalah penyebab paling umum insomnia ini, termasuk stres, gangguan kecemasan, atau depresi. Kafein dan stimulan lainnya juga dapat memperburuk jenis insomnia ini. Menurut penelitian Park Hwan Seok dan kawan kawan soal insomnia onset tahun 2009 lalu, orang-orang dengan insomnia onset kronis sering memiliki gangguan tidur lain. Gangguan tidur berupa restless leg syndrome atau limb movement disorder.

4. Maintenance Insomnia

Insomnia jenis ini menyebabkan penderitanya khawatir tidak bisa tidur kembali. Umumnya, penderita akan sulit kembali tidur saat sudah terjaga. Jika mengalami maintenance insomnia dalam waktu lama, siklus tidur akan menjadi berantakan. Insomnia ini disebabkan oleh kondisi kesehatan mental, seperti depresi. Kondisi medis juga memengaruhinya, seperti asma, sleep apnea, GERD, restless leg syndrome, dan limb movement disorder.

5. Behavioral Insomnia of Childhood

Behavioral Insomnia of Childhood (BIC) dialami oleh anak-anak. BIC Dibagi menjadi 3 tipe lagi. Pertama BIC sleep-onset yang berhubungan dengan kebiasaan tidur tertentu, seperti menonton televisi sambil tertidur. Kedua, BIC limit-setting. Jenis BIC ini melibatkan penolakan anak untuk tidur. Perilaku untuk menunda tidur termasuk meminta minum, pergi ke kamar mandi, atau meminta orang tua membacakan cerita untuk mereka. Ketiga, kombinasi dari 2 tipe BIC tersebut. BIC gabungan terjadi ketika waktu tidur anak diasosiasikan dengan hal negatif. Biasanya terjadi karena kurangnya penetapan batas oleh orang tua atau pengasuh. BIC biasanya dapat diatasi dengan beberapa perubahan perilaku, seperti menciptakan rutinitas tidur yang sehat, atau belajar teknik menenangkan diri. (can/heal)

error: