KHAWATIR ANGKA PENGANGGURAN MELEDAK, JOKOWI BATALKAN KENAIKAN HARGA GAS

Jakarta – Setelah sempat membuat jantung para pemilik industri yang menggunakan gas sebagai bagian dari produksinya berdebar-debar, akhirnya mereka bisa bernafas lega, setelah Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membatalkan kenaikan harga tersebut. Batalnya kenaikkan harga gas untuk industri dalam negeri itu menjadi angin segar bagi Industri dalam negeri yang tergantung pada pasokan gas dalam proses produksinya.

Presiden Jokowi. (FAMZ Media/Foto:Istimewa)

Pembatalan ini disebabkan karena pemerintah lebih memperhitungan menjaga daya saing Industri serta peran Industri yang sangat krusial dalam penyerapan tenaga kerja. Namun meskipun batal menaikkan tarif gas untuk sektor industri,pemerintah tetap melakukan kajian terkait harga gas yang masih tergolong tinggi di Indonesia. Harga gas untuk Industri di Indonesia saat ini mencapai  US$8 hingga US$10 per MMBTU . Padahal dinegara lain,harga gas hanya berada dibawah kisaran US$ 6 per MMBTU.

Presiden Joko widodo saat berdiskusi dengan awak media yang sehari-hari meliput di istana negara Sabtu pagi (2/10/19) mengatakan,saat ini pemerintah tengah melakukan kajian, guna mencari penyebab tingginya harga gas untuk industri di tanah air.

“Kemarin saya menyuruh cek menteri ESDM terkait mahalnya harga gas ini. Kenapa di sentralnya murah,tapi setelah ditarik ke sentra-sentra industri jadi lebih mahal. Apakah yang mahal itu harga sewa pipa saat ditarik dari Dumai ke jawa, maka harga sewa sambungan-sambungan pipa itu terlalu mahalnya cosnta. Bisa saja dari situ,” kata Presiden.

Aktivitas produksi PGN. (FAMZ Media/Foto:Ronny)

Namun Presiden jokowi optimis,harga gas akan jauh lebih murah karena pasokan gas di Dumai misalnya, yang selama ini dibeli dan dialirkan ke negara tetangga sepeti Singapura,akan selesai kontrak dan di negosiasikan utuk kebutuhan dalam negeri. Juga untuk industri gas  Saka Kemang   yang berada di Sumatera Selatan,juga di Bojonegoro bisa digunakan untuk kebutuhan dalam negeri . 

Wajib berdoa dan briefing sebelum bertugas. (FAMZ Media/Foto:Ronny)

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN mengumumkan bakal menaikkan harga gas industri mulai 1 November 2019. Jika harga gas industri naik maka biaya produksi akan ikut terkerek. Imbasnya, harga produk yang dijual berisiko semakin mahal. Rencana kenaikan harga gas industri dilatarbelakangi oleh meningkatnya ongkos biaya pengadaan gas dan biaya operasional, serta perubahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Saat ini, perusahaan menjual gas ke konsumen dengan harga berkisar US$8 hingga US$10 per MMBTU. Pihak PGN sendiri mengklaim, tidak pernah menaikkan harga gas sejak 2013.

Selalu menggunakan perlengkapan keamanan (safety gear) demi kelancaran pengecekan pipa gas. (FAMZ Media/Foto:Ronny)

Namun menjelang detik-detik terakhir,akhirnya Presiden Joko Widodo mengumumkan pembatalan kenaikan tarif gas tersebut . (ron)

error: