KUNJUNGI GGS, BPJS KETENAGAKERJAAN KENALKAN APLIKASI

Bekasi – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) mulai memerkenalkan aplikasi digital terpadu bernama BPJSTKU. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengetahui jumlah saldo yang dimiliki sekaligus mengkalkulasi dana yang diterima hingga pensiun nanti.

“Jadi kan kalau sebelumnya untuk mengetahui saldo BPJS Ketenagakerjaan itu per tahun, sekarang bisa langsung dicek di ponsel melalui aplikasi. Kita pun bisa mensimulasikan berapa saldo kita beberapa tahun ke depan, atau di akhir masa kerja nanti,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Mariansah saat melakukan kunjungan ke PT Gunung Garuda Steel Group di Cikarang Barat, Kamis, 26 September 2019, seperti dikutip pikiran-rakyat.

Pada kesempatan tersebut, BPJS TK memberikan apresiasi kepada PT GGS beserta sejumlah anak perusahaan karena menjadi salah satu perusahaan yang memiliki profil kepesertaan yang lengkap.

Selain itu, mereka pun menyosialisasikan aplikasi BPJSTKU kepada ratusan karyawan di perusahaan tersebut. Aplikasi itu dapat dimanfaatkan para karyawan untuk mengetahui status kepesertaan mereka, termasuk hak yang mereka dapat.

“Jadi kan penting karyawan mengetahui berapa sebenarnya saldo yang dimiliki. Berapa juga sebenarnya gaji yang perusahaan daftarkan ke BPJS TK, apakah benar telah sesuai atau tidak. Ini aplikasi dapat diakses melalui smartphone kita,” ucap dia.

Kepala Bidang Koorporasi dan Institusi BPJS TK Cabang Bekasi, Muhammad Zulkarnaen mengatakan, peluncuran aplikasi tersebut dilakukan sebagai upaya keterbukaan pada peserta. Soalnya, tidak sedikit peserta yang justru tidak mengetahui saldo atau bagaimana memanfaatkan fasilitas BPJS TK.

Lebih dari itu, aplikasi ini pun dapat mengontrol laporan keuangan yang disampaikan perusahaan terkait kepesertaan karyawannya.

“Karena ada saja kasus di mana misalnya karyawan sudah bekerja sejak 2005, tapi perusahaan bandel yang baru mendaftarkan karyawannya 2010, praktis ada margin sepuluh tahun yang harus itu bisa menambah saldo dirinya. Itu bisa ketahuan di aplikasi ini. Peserta juga bisa tahu berapa sih gaji asli mereka yang dilaporkan perusahaan,” ucap dia.

Selain terkait hak keuangan mereka, aplikasi ini memuat segala hal tentang BPJS TK termasuk fasilitas kesehatan jika terjadi kecelakaan kerja. “Agar tidak bingung mencari fasilitasnya, maka tinggal diakses saja,” ucap dia.

Diungkapkan Zulkarnaen, saat ini BPJS TK Bekasi memiliki kepesertaan dari 6.160 badan usaha. Sedangkan jumlah peserta mencapai 321.215 tenega kerja penenrima upah, 20.157 tenega kerja bukan penerima upah dan 42.351 tenaga kerja pada jasa konstruksi.

Dari jumlah tersebut, tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa yang tidak aktif karena tidak memenuhi kewajiban membayar iuran. “Itu biasanya dari tenaga kerja bukan penerima upah tapi ada juga yang penerima upah yang nakal. Ini bisa diawasi oleh karyawannya itu sendiri, betul tidak BPJS TK-nya aktif, bisa melalui aplikasi,” ucap dia.

Sementara itu, hingga Agustus 2019 ini, BPJS TK Bekasi telah membayarkan klaim dengan nominal mencapai Rp 388 miliar. Dari jumlah tersebut, klaim dibayarkan untuk jaminan kecelakaan kerja yang mencapai 2.560 kasus dengan nilai Rp 24 miliar, kemudian Jaminan Kematian sebanyak 353 kasus (Rp 10 miliar) dan Jaminan Hari Tua sebanyak 22.677 kasus sebesar Rp 350 miliar serta jaminan pensiun sebesar Rp 2 miliar.

Zulkarnaen memastikan, pihaknya senantiasa memberikan pelayanan kepada peserta. “Ini menjadi komitmen kami memberikan pelayanan, memberi keamanan dalam keselamatan kerja,” ucap dia. (pr/fath)

error: