LANSIA DI PINGGIRAN BOGOR OGAH VAKSIN

Bogor – Target vaksinasi lansia di Kota Bogor, Jawa Barat, baru mencapai 30,22 persen atau sekitar 28.817 orang, dari sasaran 95.371 orang. 

Dinas Kesehatan Kota Bogor mengatakan, rendahnya angka vaksinasi sasaran lansia terjadi karena tak sedikit sasaran target lansia yang enggan divaksin.

Selain itu, vaksinasi lansia juga baru dimulai selama satu bulan terakhir lantaran pada awalnya, pemerintah pusat memprioritaskan vaksin lansia di ibu kota provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nomo Retno mengatakan, dari sasaran target vaksin lansia, mayoritas lansia yang bermukim di pusat kota cukup antusias mengikuti vaksinasi.  

Sementara lansia yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, seperti Mulyaharja, Lawang Gintung, Harjasari, Situ Gede dan Ciluar banyak yang menolak vaksin karena takut divaksin. 

Selain itu, mereka juga merasa tidak kemana-mana dan jauh dari fasilitas kesehatan.

“Jadi perlu sosialisasi tentang pentingnya vaksin. Kemarin berbagai upaya terobosan dengan jemput bola sudah dilakukan untuk mendekatkan akses layanan,” kata Retno, di sela vaksinasi lansia di Rumah Sakit Melania, Kota Bogor, Selasa, 20 April 2021.

Untuk mendorong target vaksinasi lansia, Retno berharap perlu penggerakan sasaran oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemimpin wilayah, mulai camat, lurah, RW dan RT, termasuk juga aparat wilayah, babinsa dan bhabinkamtibmas serta RW Siaga mendata, dan menggerakkan sasaran.

“Kita tidak henti-hentinya mengimbau kepada warga jangan ragu untuk divaksin Covid-19. Mari sukseskan vaksinasi nasional,” katanya.

Terlepas dari target sasaran vaksinasi lansia yang rendah, Retno mengklaim 52,67 persen atau 93.901 dari 178.279 warga Kota Bogor telah disuntik vaksin pertama, dari total sasaran teregistrasi 187.802 warga. Sementara, jumlah penerima vaksin Covid-19 suntikan kedua ada 40.997 warga atau 23 persen.

Rinciannya, untuk kategori sasaran SDM kesehatan dari 9.150 orang, hasil vaksinasi 1 8.484 orang (92,72 persen), vaksinasi 2 7.029 orang (76,82 persen).

Kategori lanjut usia (lansia) dari sasaran 95.371 orang, hasil vaksinasi 1 28.817 orang (30,22 persen), vaksinasi 2 9.363 orang (9,82 persen). Kategori sasaran petugas publik dari sasaran 73.758 sasaran, hasil vaksinasi 1 56.600 (76,74 persen), vaksinasi 2 24.605 (33,36 persen).

Pada Ramadhan kali ini, Retno mengatakan jika vaksinasi tetap berjalan. Namun demikian, vaksinasi pertama hanya berlangsung pada periode 14-20 April 2021.  

Sementara di luar itu ditiadakan,  karena vaksin keduanya berbarengan dengan hari libur lebaran. Untuk saat ini, vaksinasi suntikan kedua masih terus dilakukan. 

 “Roadmap-nya vaksin tahap dua  sampai bulan Juni,” sebut Retno.

(bgr/can)

error: