LENTERA MIMPI, KOMUNITAS PEDULI EDUKASI

Purwakarta – Pendidikan sudah menjadi bagian dari kebutuhan setiap manusia. Namun alasan klasik seperti minimnya perekonomian seseorang, selalu jadi alasan dan akar masalah saat orang ingin mengenyam pendidikan lebih tinggi. Hal tersebut seperti yang terjadi di Desa Megarsari, Kecamatan Pesawahan, masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Hal itu membuat para anak-anak setempat setiap harinya memunguti sampah plastik untuk dijual ke pengepul. Namun kini semua telah berubah, dengan hadirnya komunitas lentera mimpi yang bekerja sama dengan Yayasan Masya’ul Ihsan, merubah sudut pandang masyarakat dari yang awalnya menomorduakan pendidikan, kini justru mewahidkan pendidikan.

Ahsan Sholehudin – Ketua Umum Komunitas Lentera Mimpi Purwakarta mengatakan, Lentera Mimpi adalah komunitas pendidikan yang targetnya masyarakat kurang mampu di wilayah pinggiran.

“Awalnya berangkat dari keresahan empat mahasiswa yang melihat langsung kurangnya pendidikan di daerah ini (Cikolotok,red). Lalu kami komitmen dan konsultasi ke pemerintah desa setempat. Responnya bagus dan langsung diarahkan ke yayasan setempat”, ujar Ahsan.

Sementara itu Ustad Yahya Hidayat – tokoh masyarakat setempat yang juga pimpinan Yayasan Masya’ul Ihsan mengapresiasi hadirnya Komunitas Lentera Mimpi. Yahya menyebut, Lentera Mimpi berhasil mencerdaskan anak-anak setempat dalam segala keterbatasan.

“Memang karena keterbatasan ekonomi, anak-anak tidak mendapat pendidikan yang layak. Tapi berkat Komunitas Lentera Mimpi, masyarakat jadi mengerti pentingnya pendidikan”, kata Yahya. (bay/fath)

error: