LIPPO CIKARANG AGRESIF, TARGETKAN MARKETING SALES RP 1,4 T DI 2021

Cikarang – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menargetkan nilai pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1,4 triliun pada 2021. Dari jumlah tersebut, penjualan rumah tapak dengan harga terjangkau diharapkan berkontribusi sebesar 70%.

Direktur Lippo Cikarang Rudy Halim mengatakan, strategi dan pedoman bisnis perseroan pada 2021 bukanlah sesuatu yang rumit. Sebab, bisnis perseroan sudah menyasar segmentasi yang jelas. Pihaknya akan menjaga momentum pra-penjualan dengan meluncurkan klaster baru rumah tapak terjangkau di proyek Waterfront Estates.

“Untuk bisnis lahan industri, kami akan memberikan layanan terbaik kepada para penyewa dan meningkatkan operational excellence,” kata dia saat paparan publik secara virtual, Senin (14/12).

Momentum peningkatan marketing sales telah tercermin pada kinerja hingga kuartal III-2020. Perseroan berhasil membukukan marketing sales Rp 928 miliar atau tumbuh 46% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 634 miliar. Proyek Waterfront Estates berkontribusi 64% terhadap pencapaian tersebut. Sementara itu, per akhir November 2020, perseroan telah berhasil mencapai target pra-penjualan tahun ini yang sebesar Rp 1 triliun.

Meskipun mencetak kinerja yang cukup memuaskan, kata Rudy, lini bisnis inti perusahaan terdampak pandemi Covid-19. Semisal, beberapa pembelian Waterfront Estates pada awal tahun mengalami pembatalan karena kekhawatiran akan dampak Covid-19, serta ditambah penurunan angka persetujuan KPR dari bank.

Namun, hal positif pada proyek ini terjadi saat permintaan konsumen tetap kuat pada segmen perumahan terjangkau. Semua pembelian yang dibatalkan dipesan kembali dalam waktu kurang dari dua minggu. “Pada kuartal II dan III tahun ini, peluncuran kedua klaster Waterfront juga disambut baik, yang didukung oleh peningkatan pinjaman bank dan penurunan suku bunga,” jelas Rudy.

Dia menambahkan, konstruksi proyek Waterfront terus berlangsung sesuai rencana dan tetap melakukan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Pembangunan di Waterfront sudah dimulai sejak kuartal II-2020 dan saat ini terlihat berjalan tepat waktu yang ditargetkan selesai pada kuartal II-2021 untuk klaster Silvercreek serta Riverside, dan klaster Travertine ditargetkan selesai pada kuartal IV-2021.

Manajemen Lippo Cikarang mulai melihat perkembangan positif terkait perkembangan usaha, namun pemulihan segmen industrial bisa jadi belakangan karena banyak perusahaan besar masih menahan investasi akibat dari situasi bisnis yang belum stabil. “Dalam situasi ini, kami menilai posisi strategis perseroan di area rumah tapak dengan harga terjangkau yang dapat menopang penjualan secara keseluruhan,” jelas Rudy.

Manajemen perseroan, menurut dia, juga berencana mengembalikan keuntungan atau dividen kepada pemegang saham pada 2021 atau 2022, bergantung pada prospek keuangan.

Pada kesempatan sama, Direktur Lippo Cikarang Tevilyan Yudhistira Rusli mengatakan, pada proyek Meikarta yang dijalankan oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) terjadi handover lebih dari 200 unit apartemen sejak 2019 sampai saat ini. “Semoga proyek ini secara keseluruhan bisa selesai pada awal 2023, dan kami harapkan pengembangan district 1 dan district 2 dapat diselesaikan dengan baik,” jelas dia.

Manajemen Lippo Cikarang selalu fokus pada peluang untuk pertumbuhan di masa depan. Langkah ini merupakan hal penting untuk meninjau infrastruktur yang sedang terjadi di koridor timur Jakarta.

Komitmen pemerintah terhadap koridor timur ditunjukkan oleh beberapa proyek infrastruktur termasuk light rail transit (LRT) Jabodebek dengan penyelesaian pekerjaan saat ini 77%, kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung yang ditargetkan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan dan telah mencapai mencapai 60%. Selain itu, ada kemajuan di pelabuhan laut dalam Patimban yang baru, sedangkan Bandara Kertajati telah beroperasi sejak 2018.

Sebagai informasi, Lippo Cikarang telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional, dengan luas sekitar 3.250 hektare (ha), di mana industri menjadi basis ekonominya. Lippo Cikarang telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah, dengan populasi saat ini 55.128 penduduk. Di kawasan industri Lippo Cikarang, terdapat sekitar 582.307 orang bekerja setiap hari di 1.372 pabrik manufaktur. (can/inve)

error: