MAU TES COVID-19 MURAH MERIAH? PAKAI GENOSE C19

Yogyakarta – Kementerian Kesehatan mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) atau Izin Edar Darurat untuk Genose C19, perangkat diagnosis COVID-19. Meski akurasi dari alat baru ini diklaim mencapai 97 persen, ada catatan penting yang mengiringi pemasaran dan penggunaannya.

Genose merupakan karya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang penelitiannya didanai Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Sebelumnya BIN juga terlibat dalam pengembangan calon obat COVID-19 bersama Universitas Airlangga, tetapi gagal mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena masalah dalam uji klinis.

Alat yang nama panjangnya Gadjah Mada Electronic Nose ini diklaim mampu mendeteksi virus COVID-19 dalam waktu cepat, sekitar 80 detik saja. Orang yang dites cukup mengembuskan nafas dan sensor dengan kecerdasan buatan akan mengidentifikasi apakah terdapat Volatile Organic Compound (VOC). Hasil tes dinyatakan reaktif jika VOC terdeteksi.

Pada tahap pertama, Genose diluncurkan 100 unit yang masing-masing ditargetkan menguji 120 orang per hari atau 12.000 orang secara kumulatif. Jumlahnya diproyeksikan terus bertambah hingga 10 ribu unit pada akhir Februari.

Ketua Tim Pengembangan Genose Kuwat Triyana berharap alat ini menjawab tantangan yang selama ini belum mampu diselesaikan pemerintah: tes masif. “Kemampuan mengetes sebanyak itu diharapkan akan menemukan orang-orang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala (OTG) dan segera diambil tindakan isolasi atau perawatan sehingga rantai penyebaran dapat segera terputus,” kata Kuwat, Sabtu (26/12/2020), seperti dikutip dari situs resmi UGM.

(can/ugm)

error: