PANDEMI BELUM KELAR, KASUS DBD DI KARAWANG MAKIN MELAR

Karawang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Karawang mengalami peningkatan di masa pandemi Covid-19. Hal itu diketahui hasil laporan Dinas Kesehatan setempat kasus DBD selama periode Januari-Juli sudah terjadi 827. Gugus Tugas Nasional meminta masyarakat waspada ancaman DBD di saat masih melawan Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan, DBD menjadi salah satu tantangan terberat tidak hanya bagi pemerintah saja, melainkan juga beban masyarakat yang juga mengancam kesehatan. 

“Sudah ada sembilan orang yang meninggal dunia karena DBD. Ini jadi perhatian juga karena ada peningkatan selama pandemi Covid-19,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2020). Untuk itu, Fitra meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin sebagai upaya pencegahan.

“Sekarang kita mulai produktif kembali, maka, mari perhatikan saluran air, tempat nyamuk bertelur, dan tempat-tempat dengan reservoir air,” kata dia.

Sejumlah langkah pencegahan dengan melakukan 3M, yakni menguras penampungan air bersih atau mengeringkan genangan air, menutup kolam atau wadah penampungan air dan mengubur barang bekas atau mendaur ulang limbah bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk. 

“Itu adalah langkah-langkah utama pencegahan DBD,” ucap Fitra. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk bersama-sama membasmi DBD dan terus melawan Covid-19.

“Mari lindungi diri kita, lindungi keluarga, mulai dari rumah untuk melawan Covid-19 dan mencegah DBD. Tetap sehat, tetap semangat,” ujar dia.

(ay/can)

error: