PANITIA PEKAN RAYA KAB. BEKASI : JIKA MAU MEGAH, TENTU HARUS ADA DANA MAKSIMAL

Bekasi – Selain sebagai pusat penyampaian informasi berbagai kegiatan baik yang sudah ataupun akan dilakukan Perangkat Daerah setempat, Pekan Raya Kabupaten Bekasi (PRKB) yang diselenggarakan di Kawasan Stadion Wibawa Multi, Cikarang Timur, tentu juga menjadi tempat hiburan untuk masyarakat setempat.

Itu sebabnya setiap hari panggung utama PRKB selalu diisi berbagai macam hiburan,  mulai dari pertunjukan dangdut, pop, sampai reggae yang sengaja ditampilkan penyelenggara PRKB. Bahkan, Jumat (27/9) malam ini band ‘Armada ‘ jadi bintang tamunya.

Menyikapi antusiasme pengunjung PRKB, tentu membuat panitia harus memberikan pengamanan ekstra ketat dan personil yang banyak.

“Untuk memfilter para penonton, diterapkan tiket masuk yang anggarannya dipergunakan untuk membiayai personil kemanan dan kebersihan selain dari aparat keamanan, mulai LSM sampai Karang Taruna,” ujar Galih, panitia pameran.

Menurut Galih, panitia memang mendapat anggaran dari Pemda Kabupaten Bekasi melalui APBD 2019. Namun, tidak semua biaya produksi masuk kedalam rincian APBD.  Itu sebabnya, para Perangkat Daerah atau Instansi pemerintah yang ingin ikut menjadi peserta dikenakan biaya tambahan.

Tingginya minat dari Instansi dan juga SKPD serta agenda acara hiburan di panggung utama membuat pihak EO  harus menambah kapasitas produksi dari anggaran APBD.

“Kami harus menambah biaya produksi,  misal saja untuk perluasan tenda Rooder (Lengkap dengan Flooring dan Karpetnya) menjadi 1400 m2, jumlah AC menjadi 50 unit, peningkatan daya listrik menjadi 300 KVA,” beber Galih.

Galih menambahkan, pihaknya mengakui kalau sisi hiburan mau meriah dan menarik, tentu packaging performancenya juga harus ciamik. Tapi masalahnya, dirinya terkendala APBD sehingga tidak ada anggaran untuk mendukung hiburan yang menjadi salah satu faktor besar minat masyarakat untuk mengunjungi PRKB.

Sementara itu tiket masuk di PRKB punya dua fungsi, yaitu untuk para peserta dan juga para pengunjung yang menikmati hiburan itu sendiri. Hal tersebut dilakukan demi memaksimalkan suplai pembayaran pajak sebagai pendapatan pemerintah daerah.

“Sedangkan  anggaran  sewa tenda kepada swasta,   karena panitia juga harus menyedikan produksi kepada mereka yaitu tenda Sarnaville, meja dan kursi serta listrik,” lanjut Galih.

Jadi, dana yang diberikan dari pihak swasta oleh panitia dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi tersebut diatas. Uang dari sewa tenda dan tiket masuk,  tegas Galih,  salah satunya dikembalikan kepada para pengunjung dalam bentuk hiburan yang meriah dengan menghadirkan artis untuk mengisi panggung hiburan yang memang tidak da dalam anggaran APBD kegiatan PRKB 2019. (hms/fath)

error: