PEMKAB BEKASI TAK BISA BERI KOMPENSASI BAU DALAM BENTUK UANG KE WARGA BURANGKENG?

Pertemuan Tim 17 dan Pemkab Bekasi lagi-lagi tak mencapai titik temu. Tim 17 yang mewakili warga Burangeng menginginkan kompensasi berbentuk uang, sementara Pemkab Bekasi bersikuku kompensasi tak mesti berbentuk uang.

Perundingan berlangsung alot, rapat yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu diwarnai aksi walkout Tim 17 sebanyak 2 kali, hingga akhirnya pada pukul 14.00 WIB, Tim 17 meninggalkan rapat.

“Kita tetap bertahan. Selama tuntutan warga belum dipenuhi, TPA akan tetap kita tutup. Itu kesepakatan warga. Tim 17 komitmen mengemban amanah warga,” ucap salah satu anggota Tim 17 yang mengikuti rapat Tridjoko Siamtoro, Rabu (13/3/2019).

Lanjutnya, soal infrastruktur, semua desa juga mendapat anggaran tiap tahun. Sedangkan kompensasi bau berbentuk uang adalah dampak negatif dari kegiatan TPA itu sendiri, sehingga tak bisa disamakan.

“Katanya (Pemkab Bekasi, Red) tak ada dana dan belum diatur peraturan. Kompensasi penjelasannya tidak hanya uang. Berbentuk infrastruktur, kesehatan dan lain-lain. Itu penjelasan mereka,” katanya.

Warga masih menunggu iktikad baik dari pucuk pimpinan Pemkab Bekasi, yakni Plt Bupati Bekasi Eka Spuriatmaja.

“Yang jelas warga sudah siap untuk menambah kekuatan. Pemkab Bekasi penginnya Burangkeng jadi tempat ngebuang sampah, tapi enggak mau ngasih kontribusi buat warga,” katanya.

Bakal gelar demonstrasi lanjutan

Pemkab Bekasi meminta warga membuka TPA Burangkeng paling lambat hari Jumat (15/3/2019). Demikian dikatakan oleh Asisten Daerah 3 Suhup usai rapat.

Menanggapi hal itu, warga berencana menggelar aksi demonstrasi untuk ketiga kalinya dengan mengerahkan massa yang lebih banyak pada Kamis (14/3/2019) pagi. (pjk/dn)

error: