PENTINGNYA PERAN GURU DAN ORANGTUA DI HARI PERTAMA ANAK MASUK SEKOLAH

Purwakarta – Libur sekolah berakhir, beberapa sekolah khususnya di wilayah Kabupaten Purwakarta menetapkan Senin, 15 Juli 2019 sebagai hari pertama masuk sekolah. Para orangtua juga terlihat mengantarkan anaknya yang antusias masuk sekolah, terutama untuk anak yang baru naik tingkat pendidikan.

Seperti halnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudhatuttauhid Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang menggelar upacara bendera rutin bersamaan dengan pengenalan murid baru, Senin pagi (15/07).  Nampak para murid baru antusias mengikuti upacara yang juga disaksikan orangtuanya.

Suasana hari pertama masuk sekolah di Raudhatuttauhid Kabupaten Purwakarta

Sementara itu melansir jabarnews.com, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, di moment hari pertama masuk sekolah, pihaknya meminta para guru dan orangtua untuk bersama-sama menciptakan kondusifitas belajar-mengajar. Menurut Purwanto, hal tersebutlah penentu berhasil tidaknya proses belajar-mengajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta – Purwanto

“Hari pertama sekolah jadi kita orientasi untuk persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) besok (Selasa, 16/7/2019) MPLS kita di kosentrasikan pada upaya kebersihan membersihkan sampah plastik dari fasilitas-fasilitas publik,” kata Purwanto saat ditemui di lingkungan Pemkab Purwakarta, Senin (15/07).

MPLS ini, lanjut dia, jadi bagaimana agar para siswa-siswi faham betul bahwa ancaman terbesar hari ini adalah penggunaan sampah plastik.

“Bisa kita lihat disekitar kita, di gang gang. di sekolah-sekolah, di halaman rumah, perkantoran itu sampah plastik bersebaran dimana-mana dari makanan-makanan kecil biasanya di konsumsi oleh anak-anak dan itu mereka buang sampahnya secara sembarangan seenaknya,” ujarnya.

Jadi, tambah Purwanto, gimana agar mereka sadar, nanti pas MPLS itu gerakannya kebersihan membersihkan lingkungan terutama sekolah, dan fasilitas publik.

“Anak-anak semuanya harus turun kesitu dan kita juga pegawai dinas pendidikan di sebar untuk melakukan monitoring guru guru, kepala sekolah harus ikut terjun ke lapangan untuk gerakan kebersihan lingkungan ini. Biar anak-anak faham betul terhadap pendidikan lingkungan hidup bahwa lingkungan itu harus bersih dan itulah karakter yang harus di bangun oleh anak-anak kita,” pungkasnya. (dn)

error: