PERKEBUNAN TEH TERTINGGI DI ASIA TENGGARA ADA DI INDONESIA, DIMANA TEPATNYA?

Indonesia adalah salah satu negara penghasil teh terbesar nomor 7 di dunia, teh asal Indonesia masih cukup diminati dan kualitasnya dikenal secara internasional. Indonesia juga rutin mengirim teh ke banyak negara di Eropa dan Timur Tengah setiap tahunnya.

Bicara soal teh, lokasi perkebunan teh juga harus diperhitungkan saat ketika ingin menanam. Salah satu syaratnya adalah lokasi penanaman harus di dataran tinggi.

Contohnya adalah di Jambi, tepatnya di Gunung Kerinci. Kawan akan dimanjakan dengan pemandangan perkebunan teh tertinggi di Asia Tenggara dan ke-2 di dunia (setelah Perkebunan Teh Darjeeling di Himalaya, India).

Nama perkebunan tersebut adalah Teh Kayu Aro.

Perkebunan ini, sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1925.

Kebun Teh Kayu Aro, Kerinci

Dan sekali lagi, Indonesia patut berbangga karena memiliki Perkebunan Teh Tertinggi ke-2 di Dunia. Di posisi pertama adalah Perkebunan Teh Darjeeling di Himalaya, India, berada di ketinggian 4000 mdpl. Namun jangan salah, Perkebunan Teh Kayu Aro tak kalah indah dengan yang ada di Himalaya, karena berlatar megahnya Gunung Kerinci. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki tinggi 1600 mdpl, dengan luas 2500 hektare. Namun, di booklet pariwisata Jambi tertulis luasnya 3020 hektare (mungkin saja belum di update) semoga segera di update. Sobat, selain tertinggi ke-2 di dunia, Perkebunan Teh Kayu Aro juga merupakan perkebunan teh tertua di Indonesia. Kebun teh ini sudah ada sejak penjajahan Belanda pada 1925 dengan nama dahulunya ‘Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA)’.

Pagi hari adalah waktu yang tepat bagi para pemetik teh untuk melakukan tugasnya. Selain itu, bangunan pabrik tehnya juga dibangun pada tahun 1925.

Saat ini, perkebunan ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). Karena kualitasnya yang tidak diragukan, teh yang dihasilkan oleh PTPN VI ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara. (agr-mrt/chn)

Sumber : agromaret

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: