PERMINTAAN DIRAMAL BELUM PULIH, HARGA MINYAK TURUN

Jakarta – Harga minyak turun dalam dua hari terakhir setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun pada Rabu (10/2). Harga minyak turun dua hari terakhir setelah ada laporan bahwa OPEC memperkirakan penurunan permintaan.

Jumat (12/2) pukul 19.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) turun ke US$ 57,85 per barel. Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini turun 0,67% ketimbang penutupan perdagangan kemarin. Tapi dalam sepekan, harga minyak WTI masih menguat 1,76%.

Pergerakan serupa terjadi pada harga minyak brent. Harga minyak brent untuk kontrak April 2021 ini turun 0,57% dalam sehari. Dalam sepekan, harga minyak acuan internasional ini masih menguat 2,44%.

Harga minyak meningkat selama beberapa minggu terakhir karena OPEC+ memangkas produksi. Arab Saudi juga menjanjikan penurunan produksi sukarela yang dimulai bulan ini. “Produksi OPEC kemungkinan akan turun bulan ini dipimpin oleh penurunan di Arab Saudi dan Libya. Ini akan memperdalam defisit pasar global dan mendukung harga,” ungkap Capital Economics kepada Reuters.

Tapi, OPEC memperkirakan pemulihan permintaan minyak tahun ini akan lebih lambat daripada prediksi sebelumnya. Sebelumnya, Badan Energi Internasional atawa International Energy Agency (IEA) mengatakan pasokan minyak masih melebihi permintaan secara global, meskipun vaksin Covid-19 diharapkan dapat membantu memulihkan permintaan.

Persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga minggu lalu. Stok minyak mentah turun lebih dari 6 juta barel karena penyuling meningkatkan produksi ke level sebelum pandemi.

Penurunan persediaan minyak ini jauh lebih besar daripada prediksi penurunan 1 juta barel dalam jajak pendapat Reuters. Namun, persediaan bensin meningkat lebih dari yang diharapkan, naik 4,3 juta barel pada pekan lalu, terhadap perkiraan kenaikan 1,8 juta. Permintaan bensin selama empat minggu terakhir turun 10% dari periode yang sama tahun lalu. 

(can/reu)

error: