PESANTREN SIAPKAN RUANG KHUSUS BAGI CALEG GAGAL UNTUK MEMULIHKAN DIRI

Tidak hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin yang menyediakan ruangan dan pelayanan khusus bagi calon anggota dewan stres karena gagal terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, fasilitas serupa juga dihadirkan di sejumlah pondok pesantren di Kota Sukabumi. Kendati metode dan sarana berbeda, tapi pelayanan yang diberikan adalah sama untuk membantu proses pemulihan psikis para caleg yang gagal.

Mengutip Pikiran Rakyat, seperti yang dilakukan Pesantren Dzikir Alfath yang berlokasi di Kelurahan Karang, Kecamatan Gunungpuyuh. Pihak pesantren tengah berbenah menyediakan sejumlah ruangan dan sarana khusus. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak lima puluh ruangan dan obat herbal disediakan.

Sedangkan metode pemulihan di pesantren ini beragam, mulai dari zikir hingga menggunakan herbal. Metode zikir untuk memberikan ketenangan, sedangkan herbal memberikan efek rileks bagi tubuh agar tidak tegang.

“Kami  siap menampung dan memulihkan caleg yang gagal nyalon apabila terindikasi stres ataupun depresi. Kami akan bantu proses pemulihan dengan pendekatan zikir dan pengobatan herbal,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath, KH Fajar Laksana.

Dia mengaku tempatnya bisa menampung hingga 300 orang. Setiap ruangan diproyeksikan untuk 20 hingga 30 orang yang dilengkapi tempat tidur. Sejumlah kegiatan keagamaan juga dijadwalkan untuk menemani hari-hari caleg gagal yang psikisnya terguncang.

“Mereka akan berbaur dengan para santri. Sehingga bisa merasakan lingkungan baru di pondok yang memiliki aura positif, dan membuang hiruk pikuk dunia politik,” kata Fajar.

Menurutnya, proses terapi memerlukan waktu dan sangat membutuhkan kesabaran. Juga bergantung tingkat guncangan kejiwaannya. “Bisa tiga hari, satu minggu, hingga tiga bulan,” katanya.

Adapun biaya pengobatan, kata Fajar, tidak ditentukan besarannya. Semua bergantung keikhlasan yang akan diterapi. “Biasanya bersifat sedekah. Tempat ini tidak dikhususkan bagi caleg gagal, tapi juga bagi masyarakat lainnya,” katanya. (sk/dn)

error: