PRIHATIN SOAL SAMPAH, KARANG ASIH BEKASI BENTUK TIM SABTU BERSIH

Bekasi – Berawal dari keprihatinan melihat sampah yang berserakan di beberapa titik pemukiman dan saluran air di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, ditambah juga sempat ada himbauan Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, SH untuk memerangi sampah, menjadi pendorong yang konkrit untuk masyarakat Karang Asih yang dipimpin oleh Kepala Desa Karang Asih, Samsu Dawam untuk bersama-sama membersihkan lingkungan dari sampah. Baik yang berserakan di jalan maupun yang berada di saluran air.

“Kami telah membentuk team saber” ujar Samsu Dawam, Kepala Desa Karang Asih saat ditemui di Kantor Desa Karang Asih. Senin, 14 Oktober 2019.

Menurut Dawam, saber artinya Sabtu Bersih, dimana pada setiap hari Sabtu, masyarakat Desa serta Perangkat Desa bersama Kepala Desa membersihkan lingkungan dari sampah. 

“Ada sebuah saluran air, yang entah kenapa setiap kali di bersihkan. Banyak lagi sampah masuk kedalam saluran air kembali.” gerutu Samsu Dawam.

Lebih lanjut, Samsu Dawam menuturkan bahwa persoalan sampah tidak hanya persoalan pemerintah daerah maupun pemerintah desa saja, tapi juga persoalan dan tanggung jawab masyarakat.

“Masyarakat juga harus mau membuang sampah pada tempatnya.” ujar Samsu Dawam.

Meski sudah ada tim saber, Dawam mengakui kalau persoalan sampah makin mencuat karena Pemerintah Kabupaten Bekasi kekurangan armada pengangkut sampah ke TPA Burangkeng yang terbatas dan dinilai kurang mampu mengcover luasnya Kabupaten Bekasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dawam menyarankan kepada Bupati untuk meminta Kepala Desa menyiapkan sejenis Pick Up untuk mengangkut sampah dari desanya ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang ditelah ditentukan pihak kecamatan.

“Jadi, Pihak Kecamatan yang mengelola Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) tersebut.” ujar Dawam.

Masih menurut Samsu Dawam, di TPSS itulah nantinya menggunakan prinsip 3 R dalam pengolahan sampah. Sehingga terjadi pemberdayaan masyarakat yang akhirnya akan menunjang kesejahteraan masyarakat. Dari kegiatan memilah dan pemanfaatan sampah yang masih bernilai ekonomis.

“Bukan tidak mungkin, akan ada Bank Sampah di TPSS tersebut.” lanjut Dawam.

Lebih lanjut Dawam menguraikan, kalau sampah dibuang ke Tanah Kas Desa (TKD) tentunya akan sangat riskan, karena belum tentu TKD ada di dalam desa.

“TKD desa Karang Asih, berada di Kampung orang (desa lain). Jadi kurang enak, buang sampah ke lokasi TKD desa Karang Asih.” jelas Samsu Dawam.

Samsu Dawam mengharapkan, aspirasinya dapat didengar oleh pemangku jabatan di Pemda Kab. Bekasi. 

“Syukur-syukur direalisasikan, sehingga Bekasi Bersih Bekasi Baru benar-benar nyata.” tutup Samsu Dawam. (fath)

error: