PROPAM POLRI TAHAN BRIGADIR JENDRAL PEMBUAT SURAT JALAN DJOKO TJANDRA

Jakarta – Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri menahan Brigjen Prasetyo Utomo lantaran terbukti membuat surat jalan untuk buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, menyebutkan, penahanan dilakukan dalam rangka pemeriksaan. Pasalnya, penyidik masih akan mendalami alasan Prasetyo membuat surat jalan tanpa memberitahukan atasannya.

“Mulai malam ini, BJP PU ditempatkan oleh Provos Mabes Polri selama 14 hari,” ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/7).

Surat jalan, ungkapnya, seharusnya hanya bisa dibuat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) dan Wakabareskrim. Selain itu, surat jalan Polri tidak diperuntukan bagi swasta.

“Surat jalan hanya untuk anggota polisi yang ditugaskan ke luar kota,” tutur Argo.

Argo melanjutkan, penyidik akan mendalami apakah Prasetyo juga menerima imbalan atas pembuatan surat jalan tersebut. Kemudian, mengusut alasan di balik inisiatifnya membuat surat jalan untuk seorang buronan.

“Jabatan BJP PU sendiri tidak terkait dengan kasus yang ada,” jelasnya.

Kapolri, Jenderal Idham Azis, mencopot Prasetyo Utomo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri lantaran membuat surat jalan untuk Djoko. Keputusan tertuang dalam telegram rahasia ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. (ale/can)

error: