PSBB JABODETABEK LUMPUHKAN TRANSPORTASI DAERAH PENYANGGA

Purwakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Jabodetabek dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19, berdampak serius terhadap moda transportasi khususnya di daerah penyangga seperti Kab. Purwakarta.

Seperti yang terlihat di Terminal Ciganea Purwakarta, Selasa (14/04/2020) siang. Sepuluh bus Warga Baru nampak terparkir rapi menunggu penumpang. Penampakan berjejernya bus jurusan Purwakarta – Sadang – Kampung Rambutan ini dikarenakan minimnya penumpang dan efek domino dari penerapan PSBB di Jabodetabek.

“Biasanya kita bisa berangkatkan sepuluh armada, tapi sekarang cuma maksimal 3 armada saja. Itupun bus ukuran kecil berkapasitas 30 orang”, kata Rajab – Koordinator Timer PO Warga Baru Terminal Ciganea.

Selain hanya memberangkatkan tiga armada bus kecil demi menekan biaya operasional, harga tiket yang awalnya Rp. 30.000,- sekarang naik menjadi Rp. 40.000,-. Namun langkah tersebut masih belum mampu menutup biaya operasional bus sehari-hari.

“Udah rapat pihak PO sama Dishub di Jakarta, ada kenaikan tarif Rp. 10.000,-. Cuma ya tetep nggak bisa menuhin biaya operasional. Soalnya nyari penumpangnya susah”, ujar Rajab.

“Sejak ada himbauan social distancing kan kapasitas kursi 30 orang, sekarang jadi 15 kursi saja. Kita nggak ada masalah soal social distancing ini. Cuma penumpang minim yang jadi masalah besar”, tambah Rajab.

Minimnya jumlah penumpang yang naik juga membuat jam pemberangkatan bus berubah yang dari awalnya jeda setengah jam, kini antar bus bisa terjeda sampai 2 jam.

“Ya kita harap masalah virusnya bisa tuntas secepatnya. Tapi kita juga tetap mengharapkan ada kebijakan yang pas dari pemerintah”, tandas Rajab.

Dalam kesempatan terpisah, pihak Organda Purwakarta sampai saat ini juga masih belum memberikan keterangan resmi kepada reporter Famz Media terkait usulan-usulan yang akan diajukan demi menyelamatkan eksistensi moda transportasi ditengah pandemi.

Untuk diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Jabodetabek bertujuan untuk menghindari kerumunan warga sehingga diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

(can/fath)

error: