PURWAKARTA ‘TURUNKAN’ TARGET WISATAWAN TAHUN INI

Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan menurunkan target wisatawan pada tahun 2020 yang sebelumnya ditargetkan mencapai empat juta orang. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan penurunan target dikarenakan Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) yang belum berakhir hingga saat ini.

Pandemi ini dinilai berdampak pada penurunan wisatawan di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Purwakarta. “Targetnya (awal) empat juta terkoreksi jadi 2,5 juta tapi sepertinya sekarang akan sulit jadi mungkin ya kurang lebih satu juta (target wisatawan),” kata Anne.

Menurut Bupati Anne, selama berbulan-bulan sebelumnya tempat wisata juga terpaksa ditutup. Penutupan ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Akibat tidak beroperasinya destinasi wisata, sektor pariwisata pun kehilangan pengunjung sementara waktu.

Padahal seharusnya jika kondisi normal, Purwakarta memiliki sejumlah destinasi wisata yang potensial untuk menarik wisatawan. Mulai dari wisata alam, kuliner, juga buatan dan edukasi. Dengan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini, kata Bupati Anne, diharapkan sektor pariwisata di Purwakarta bisa mulai bangkit kembali. Sedikit demi sedikit jumlah wisatawan yang datang diharapkan bisa mulai meningkat. Hal ini juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat yang sebelumnya terdampak Pandemi Covid-19.

“Akhir tahun mudah-mudahan kunjungan wisatawan ke Purwakarta itu bisa meningkat,” harapnya. Ia berpesan tempat wisata berkomitmen dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman berwisata di tengah Pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan geliat pariwisata juga bisa mulai bangkit setelah beberapa bulan harus ditutup.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Purwakarta Irfan Suryana menyebutkan penurunan target wisatawan merupakan langkah pemerintah daerah melihat perkembangan kondisi saat ini. Angka satu juta dianggap masih cukup realistis yang bisa dikejar hingga akhir tahun. “Iya memang dikurangi karena lihat kondisi sekarang,” kata Irfan, Rabu (22/7).

Ia mengatakan saat ini destinasi wisata mulai dibuka kembali seiring masa AKB. Meskipun diakuinya peningkatan wisatawan belum bisa disebut signifikan karena sebagian masyarakat masih memilih di rumah saja untuk menghindari potensi penyebaran virus corona. “Tempat wisata sudah boleh buka juga sebenarnya tingkat kunjungan paling masih hanya 15 sampai 20 persen,” tuturnya. (can/rep)

error: