RENCANA BULOG TAMBAH BANTUAN NON TUNAI UNTUK SUBANG, PURWAKARTA DAN SEKITAR

Subang – Badan Urusan Logistik Cabang Subang berencana menambah variasi bahan pangan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Subang, Purwakarta dan sekitarnya.

Mereka pun memastikan kualitas bahan pangan dalam kondisi yang layak konsumsi.

“Selama ini hanya empat komoditas ya, ada beras, telur, kacang dan buah-buahan. Kemudian ada permintaan komoditas lainnya seperti daging, ayam, ikan, ini yang akan kami coba sediakan,” kata Kepala Bulog Cabang Subang, Nurman Susilo, Jumat, 7 Agustus 2020.

Permintaan itu disampaikan perwakilan agen yang menghadiri diskusi program pangan di Aula Janaka Sekretariat Daerah Purwakarta sehari sebelumnya.

Menurut mereka, variasi bahan pangan itu diminta oleh masyarakat agar mereka tidak bosan.

Selain itu, kandungan gizi dari bahan-bahan makanan tersebut dinilai lebih baik bagi masyarakat.

Terutama, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menurunkan resiko stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak.

“Tentunya kami harus menyediakan freezer (lemari pembeku),” kata Nurman meneruskan. Teknis pembagiannya saat ini masih dalam pembahasan di pihak internal Bulog. Untuk tahap awal, ia baru bisa mengusahakan dalam jumlah kecil.

Yang terpenting menurut Nurman, bahan pangan tersebut dalam kondisi dan kualitas terbaik. Bulog diakui selalu menerapkan standar dan aturan yang ketat bagi penyedia bahan pangan yang menjadi mitra untuk memastikan kualitasnya.

Nurman juga membuka kerja sama dengan mitra lokal.

“Kami sangat terbuka untuk mencari beberapa vendor, terutama yang lokal. Asalkan syarat speknya sesuai, misalkan dia punya mesin poles, mesin sorter sehingga kualitas berasnya pun tidak fluktuatif,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia RI, Dedi Mulyadi menyarankan Bulog untuk menyerap produk dari petani maupun peternak lokal.

Ia menilai kualitas produk lokal justru lebih segar karena diambil pada waktu dan tempat yang sama.

Pemberdayaan produk pangan lokal juga dinilai akan membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Selama ini, barangnya diambil dari luar, padahal mungkin di petani lokal juga ada,” kata Dedi menegaskan.

Dedi pun mendukung rencana Bulog untuk menambah variasi bahan pangan untuk program BPNT. Atau, Bulog juga bisa mengganti jenis telurnya dari telur ayam menjadi telur bebek agar masyarakat tidak bosan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, Asep Surya membolehkan agen warung elektronik gotong royong (E-Warong) belanja komoditas pangan ke pihak lain dari luar Bulog. “Di Pedum (pedoman umum) diatur begitu (dibolehkan),” kata Asep di lokasi diskusi.

Meskipun demikian, ia menegaskan barang yang dibeli tersebut harus memiliki standar dan kualitas yang bagus. Sebab, barang-barang tersebut nantinya akan disalurkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat program BPNT.

Asep menyebutkan lebih 40 ribu KPM penerima bantuan BPNT di Purwakarta pada 2020. Para KPM bisa memperoleh paket sembako dari agen e-warong yang telah ditunjuk di masing-masing desa dengan menunjukkan kartu khusus. (can/pr)

error: