RIDWAN KAMIL MINTA SWASTA ADAKAN TES COVID MANDIRI, PEMERINTAH SUDAH ‘TIDAK KUAT’?

Bandung – Perusahaan di Jawa Barat (Jabar) diminta melakukan pengetesan coronavirus baru (Covid-19), khususnya polymerase chain reaction (PCR), secara mandiri. Pangkalnya, jumlah populasi di “Bumi Pasundan” nyaris 50 juta jiwa.

“Perlu banyak melakukan tes. Kerja sama dengan pihak swasta, baik dalam hal sumber daya manusia (SDM) maupun peralatan, sangat diperlukan untuk meningkatkan rasio pengetesan,” ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8).

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar), telah dilakukan tes PCR kepada 162.130 orang hingga Kamis (6/8). Angka ini di bawah DKI Jakarta atau posisi kedua secara nasional.

“Kami baru bisa kapasitas 5.000 per hari. Mimpinya kalau bisa 5.000 ribu per minggu. Jadi, fokus kami (yang utama) hanya satu, kami bercita-cita kapasitas testing kami tinggi untuk mengejar persentase 50 juta penduduk,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengapresiasi sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. “Ini sebuah terobosan,” ucapnya.

Dia melanjutkan, terdapat 278 mesin PCR di Indonesia. Namun, belum diikuti dengan jumlah SDM laboratorium yang memadai, sehingga waktu pengujian belum optimal.

Menukil situs web Pemprov Jabar, Doni juga mengingatkan pentingnya pengetesan rutin dalam instansi/lembaga dengan jumlah anggota/karyawan signifikan dalam satu tempat. Asrama, salah satunya.

(can/ale)

error: