SERIKAT GURU INDONESIA : 55% SEKOLAH BELUM SIAP HADAPI NEW NORMAL

Jakarta – Survei Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan, 55% sekolah menyatakan belum siap menghadapi kenormalan baru atau new normal. Pasalnya, sekolah belum memenuhi semua kebutuhan sarana-prasarana sekolah yang sesuai protokol kesehatan. Di sisi lain, sebanyak 21,3% responden sekolah menyatakan sudah siap menghadapi kenormalan baru. Sedangkan 15,3% responden sekolah menjawab ragu-ragu dan 3,5% mengaku tidak tahu.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI Satriwan Salim menyebut, sekolah yang menyatakan siap kebanyakan dari lembaga pendidikan swasta kelas menengah atas. “Jawaban mayoritas mutlak mengatakan belum memenuhi semua kebutuhan. Responden sekolah menilai mereka belum siap,” ujar Satriwan dalam diskusi virtual, Selasa (16/6).

Selain itu, survei FSGI ini mengurai kendala terberat dalam mempersiapkan sekolah di era ‘new normal’. Persiapan sarana prasarana pendukung kenormalan baru dinilai terberat atau sebesar 53,4%. Responden sekolah merasa pengadaan dan penyediaan semua sarana prasarana penunjang pembelajaran merupakan yang paling sulit.

“Ini dijawab lebih dari 50% responden yang kemudian berkorelasi dengan jawaban berikutnya. Artinya ketersediaan sarana prasarana ini belum ada di sekolah. Walaupun itu sekolah yang berada di zona hijau,” tutur Satriwan.

Disusul kemudian terkait protokol kesehatan atau sebesar 49,2%. Hingga laporan survei ini dibuat, Kemendikbud-Kemenag belum membuat prokol kesehatan sekolah di era ‘new normal’. Padahal, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mensosialisasikan kebijakan ini.

“Ini menjadi poin kedua yang paling berat untuk disiapkan sekolah sampai sekarang. Sangat logis dan berkorelasi dengan kondisi saat ini,” ucapnya.

Survei ‘Kesiapan Sekolah Menghadapi Kenormalan Baru dalam Pembelajaran’ ini berlangsung dari 6-9 Juni 2020. Responden survei terdiri dari guru, kepala sekolah, dan managemen sekolah/yayasan.

Survei ini menggunakan google form dengan karakteristik responden mencakup 51,9% dari SMA/SMK/MA, 22,1% SMP, dan 8,2% TK/PAUD. Kuisioner survei berisi pertanyaan tertutup dengan memberi ruang aspirasi di bagian akhir.

Dari 1.656 responden yang tersebar di 245 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, 55,1% responden berasal dari sekolah swasta dan 44,9% sekolah negeri. Selain itu, sebanyak 710 responden 42,9% berada di zona hijau; 33,7% zona merah atau 588 orang; 20,8% zona kuning atau 345 orang ; 2,6% zona oranye atau 43 orang.

“Artinya, responden kami yang berada di zona hijau ini sangat berkorelasi dengan SKB 4 menteri yang kemarin disampaikan oleh kementerian/lembaga terkait pembukaan sekolah 6% itu,” ujar Satriwan.

(ale/can)

error: