SPIRIT DIBALIK JPO SUDIRMAN YANG INSTAGRAMMABLE

Dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman diresmikan, Kamis (28/2/2019), setelah selesai direvitalisasi. Proses revitalisasi JPO Bundaran Senayan, JPO Polda Metro Jaya, dan JPO GBK dimulai sejak 1 November 2018. Revitalisasi tiga JPO itu mulanya ditargetkan rampung akhir Desember 2018. Kemarin baru JPO Bundaran Senayan dan JPO GBK yang dibuka untuk umum. JPO Polda ditargetkan bisa dibuka beberapa hari lagi.

Revitalisasi tiga JPO menggunakan dana kompensasi dari kelebihan koefisien lantai bangunan (KLB) PT Permadani Khatulistiwa Nusantara sekitar Rp 53 miliar yang diperleh Pemprov DKI beberapa tahun lalu. PT Arkonin lalu ditunjuk sebagai perancangnya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membanggakan desain JPO itu. “Tempat ini belum dibuka saja sudah menjadi rujukan foto urban di DKI,” kata Anies dalam sambutannya di JPO GBK, Jakarta Pusat, Kamis pagi.

JPO GBK menggunakan ornanen-ornamen berbentuk segi empat berwarna putih yang dipasang secara spiral di sepanjang JPO. Cincin segi empat yang spiral itu dimaksud menjadi simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Sekaligus, representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan Senayan.

Sebelumnya Secara fungsi, cincin gelora berupa bidang-bidang berwarna putih dipilih untuk optimalisasi cahaya matahari yang dipantulkan ke atas jembatan. Itu juga untuk menangkap transformasi cahaya yang dinamis dari pagi sampai sore hari, hingga munculnya gemerlap lampu gedung-gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman. Memberi pengalaman berjalan kaki Hadirnya JPO baru ini melengkapi perapian koridor Sudirman-Thamrin yang menjadi nadi Ibu Kota. Trotoar yang ada telah dilebarkan antara 8-10 meter. Selain bentuknya yang lebih modern, trotoar itu juga rapi dan ramah penyandang disabilitas. Tak hanya itu, ada pojok-pojok untuk bersantai dan berkesenian. Sarana dan prasarana baru ini menunggu rampungnya moda raya terpadu (MRT) yang akan beroperasi pada Maret 2019. Anies menginginkan agar pejalan kaki tak hanya melintas. Ia ingin masyarakat punya pengalaman unik.

“Kami ingin warga Jakarta yang bekerja di sekitar sini menggunakan kendaraan umum, turun dari kendaraan umum berjalan kaki mendapat pengalaman yang baru bukan sekedar menuju tempat kerja, menuju pulang, menunggu besok kerja lagi,” ujar dia. “Rancangan yang indah ini harapannya membuat para pejalan kaki, pengguna kendaraan umum khususnya transjakarta akan merasakan bukan saja menjalani rute yang dibuat pejalan kaki, tetapi memiliki pengalaman yang unik,” katanya. (kmp/chn)

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: