SUNGAI CITARUM KOTOR, ANNE : TAK ADA AMPUN UNTUK PENCEMAR CITARUM

Purwakarta – Pencemaran lingkungan ke aliran sungai, ternyata masih menjadi ‘primadona kasus’ di Kabupaten Purwakarta. Ada saja perusahaan-perusahaan yang masih ‘nakal’ membuang limbah ke aliran Sungai Cilamaya dan Citarum di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku kewenangan Pemkab Purwakarta dalam penanganan pencemaran lingkungan begitu terbatas. Makanya, Anne meminta TNI/Polri menindak tegas perusahaan–perusahaan nakal yang masih membuang limbahnya ke aliran sungai.

Menurutnya, menindak perusahaan yang mencemari lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Sehingga, peran TNI/Polri sangat diperlukan dalam penanganan pencemaran lingkungan, termasuk kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga jadi kunci utama.

“Kewenangan kami terbatas. Makanya, kami mengajak TNI/Polri untuk bersinergi dalam menindak tegas perusahaan nakal ini. Kalau terbukti harus dilakukan proses secara hukum. Hukuman ini, sebagai upaya untuk membuat efek jera,” ujar Anne, Jumat (22/11/2019), seperti dilansir ayo media.

Ia mengatakan, selama ini ada dua aliran sungai besar yang melintasi wilayah Purwakarta, yaitu Sungai Citarum sepanjang sekitar 43 kilometer dan Sungai Cilamaya posisinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang dan Karawang.

“Kami melihat kedua sungai itu kondisinnya masih memperihatinkan akibat masih tercemar limbah dari industri dan rumah tangga,” kata dia.

Di Sungai Citarum saat ini ada tujuh perusahaan yang berbatasan langsung dengan sungai terpanjang di Jabar ini. Dari tujuh perusahaan itu, satu di antaranya terindikasi membuang cairan limbah ke Sungai Cikao yang merupakan anak Sungai Citarum.

Pihaknya juga mengaku telah menegur satu perusahaan tersebut, dan saat ini, pemerintah masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan.

Sementara untuk di Sungai Cilamaya ada tiga perusahaan yang terindikasi membuang limbah langsung ke sungai itu. Bahkan, satu di antaranya saat ini sedang dalam proses hukum.

“Kami tegaskan, tidak ada ampun bagi perusahaan yang terbukti mencemari Sungai Citarum,” ujar Anne. (ay/fath)

error: