TAK TERPENGARUH KASUS ROMY, PPP KABUPATEN BEKASI TETAP KEJAR TARGET

Penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy tak lantas membuat jajaran DPC PPP Kabupaten Bekasi terpengaruh, baik pengurus ataupun calon anggota legislatif (caleg).

Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi Anwar Musyaddad menjelaskan, urusan penangkapan bersifat individual dan tak memengaruhi partai.

“Terkait itu kan, itu kan oknum. Individual. Jadi ya perbuatan semua orang, di mana pun, terkait partai apa, sama aja, mengandung risiko,” ucapnya saat ditemui di Muara Gembong, Sabtu (16/3/2019).

Ia juga tak menepis pengurus dan caleg terpengaruh hal itu. Dengan segera Anwar mengumpulkan seluruh pengurus dan caleg untuk menguatkan satu sama lain.

“Namanya moral (kader partai, Red) ya pasti jatuh, untuk itu kita kuatkan. Kita partai kan punya agenda, terkait besok Pileg, kita enggak boleh mempertaruhkan. Target saya 6 kursi harus tembus,” katanya.

“Jadi insya Allah dapat, biar cuma 1 kursi. Goyang kaya apa tiap dapil pasti dapet. Saya kemarin bicara 2 kursi per dapil, digoyang, 1 ada lah. Target sampe,” sambung adik Wardatul Asriah ini.

Ia meminta agar kader di wilayah, terutama caleg memperkuat figur masing-masing untuk memperkuat partai.

“Semua kader harus jadi figur di daerah masing-masing. Figurnya bergerak, muncul, partai ngikutin,” katanya.

“Saya di Kabupaten Bekasi tidak ada figur yang kita jual. Kader semua bergerak. Kita buktikan dengan caleg yang kuat,” demikian Anwar.

Romahurmuziy atau Romy terjaring OTT KPK di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019). Ia ditetapkan sebagai tersangka suap pengisian jabatan di Kemenag.

Romy telah mengiriman surat pengunduran diri, Sabtu (16/3/2019). Posisi ketua sementara diisi oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa. (pj/dn)

error: