TELEGRAM : TRIMS WHATSAPP, KETAMAKANMU BERKAHKU

Famz Tekno – Telegram mendapatkan berkah bagai durian runtuh, imbas adanya kebijakan privasi baru WhatsApp yang setor data ke Facebook. Hingga Minggu pertama bulan Januari 2020, Telegram telah melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan.

Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring kekhawatiran pengguna WhatsApp soal keamanan data mereka. Per 12 Januari 2021, dalam 72 jam terakhir, terdapat 25 juta pengguna baru bergabung dengan Telegram dari seluruh dunia. Tercatat paling banyak berasal dari Asia mencapai 38 persen.Dalam pernyataan resmi Telegram, lonjakan pengguna baru terjadi signifikan dari tahun lalu di mana hanya 1,5 juta pengguna mendaftar setiap hari.

Sepanjang sejarah 7 tahun beroperasi, Telegram menyatakan lonjakan kali ini adalah yang paling signifikan.”Lonjakan unduhan ini menunjukkan bahwa publik kini semakin memahami arti pentingnya data pribadi dan tidak bersedia menukarkan privasinya untuk digunakan oleh platform komunikasi yang menjual data pribadi untuk kepentingan bisnis,” jelas Telegram.

Di antara jutaan pengguna baru yang bergabung, beberapa diantara adalah Presiden Brasil, Jair Bolsonaro (@jairbolsonarobrasil) dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (@RTErdogan). Kedua pimpinan negara tersebut membuka kanal atau channel untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya.Dalam pengumuman pendiri Telegram, Pavel Durov, di kanal pribadinya menjelaskan Jair Bolsonaro dan Erdogan telah mengikuti jejak kepala negara lain yang sudah hadir di Telegram.

Daftar kepala negara yang sudah bergabung ke Telegram

  • Presiden Meksiko – Andrés Manuel López Obrador (@PresidenteAMLO)
  • Presiden Prancis – Emmanuel Macron (@emmanuelmacron)
  • Perdana Menteri Singapura – Lee Hsien Loong (@leehsienloong)
  • Presiden Ukraina – Volodymyr Zelensky (@V_Zelenskiy_official)
  • Presiden Uzbekistan – Shavkat Mirziyoyev (@shmirziyoyev)
  • Presiden Taiwan – Tsai Ing-wen (@iingtw)
  • Perdana Menteri Ethiopia – Abiy Ahmed (@AbiyAhmedAliofficial)
  • Perdana Menteri Israel – Benjamin Netanyahu (@bnetanyahu)

Durov menegaskan bahwa akun-akun kepala negara tersebut telah terverifikasi dengan tanda centang biru. Mereka bisa memberikan informasi-informasi penting kepada para pengikut kanal.”Kami merasa terhormat bahwa para pemimpin politik, serta banyak organisasi publik, mengandalkan Telegram untuk memerangi misinformasi dan menyebarkan kesadaran tentang isu-isu penting,” tutur pria asal Rusia.

Dari daftar yang diberikan Durov, Presiden Indonesia, Joko Widodo, nampaknya belum memiliki kanal resmi di platform Telegram. Durov sendiri pernah berkunjng ke Indonesia pada tahun 2017, ketika Telegram diblokir oleh Kominfo.

Telegram sendiri mengklaim bahwa platform-nya lebih aman dibandingkan aplikasi pesan lain. Telegram berkomitmen dalam perlindungan data pribadi dan senantiasa menempatkan penggunanya sebagai prioritas. Perusahaan pun tidak akan pernah memonetisasikan data pribadi pengguna untuk pembuatan profil iklan bertarget mengungkapkan kepada pihak ketiga.Telegram mendukung dua lapisan enkripsi aman. Telegram memiliki Secret Chats yang end-to-end dan Cloud Chats yang juga menawarkan penyimpanan cloud yang aman dan terdistribusi secara real-time.

(can/tek)

error: