TMMD PURWAKARTA, FOKUS BANGUN PERADABAN GEMILANG

Purwakarta – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 di Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta tidak sekedar fokus membangun aspek fisik seperti pembangunan jalan, gorong-gorong, tembok penahan tanah, renovasi mushola sampai bedah rumah tidak layak huni, namun juga fokus terhadap aspek pembangunan non-fisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan.

Tidak cukup sampai disitu, TMMD ke 106 juga dinilai ramah anak dan perempuan, mengingat dengan adanya akses jalan yang bagus antara Desa Cisaat dengan Desa Ciparungsari, diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga setempat sekaligus mempermudah akses anak menjamah sekolah dan memudahkan warga yang ingin mendapat akses kesehatan, terutama kaum hawa. Hal tersebut seperti dikatakan Darsono – Kepala Desa Cisaat, saat ditemui di sela-sela kegiatan renovasi mushola di Desa Cisaat, Rabu (16/10) siang.

“Ya tentu kalau jalan pasti arahnya ke akses cepat, mau sekolah deket, ke bidan juga deket, ke pasar juga deket”, ujar Darsono.

Darsono – Kepala Desa Cisaat. (FAMZ Media/Chandra)

Darsono menambahkan, TMMD diwilayahnya dinilai bisa mengakomodasi kesejahteraan 1865 orang perempuan dari jumlah penduduk Desa Cisaat sejumlah 3845 orang. Menurut Darsono juga, kalau perempuan kesejahteraannya terpenuhi, otomatis akan mencetak generasi bangsa yang gemilang, karena pendidikan pertama ada di seorang ibu. Untuk itulah, dengan adanya akses jalan dan segala kemudahan yang diberikan pasca TMMD ke 106 ini, para kaum hawa Desa Cisaat bisa mendapatkan pendidikan yang layak, mampu menggerakkan roda ekonomi dan terjamin kesehatannya.

“Kalau ibu-ibunya sejahtera, anak-anak perempuannya bisa gampang berangkat ke sekolahnya otomatis hak-hak perempuan akan terpenuhi dan menjadi perempuan berkualitas. Kedepannya ya mencetak anak-anak dengan pemikiran yang lebih bagus dan gemilang”, kata Darsono.

Sementara itu selain fokus pembangunan jalan, TMMD juga fokus merenovasi sebuah mushola bernama Mushola Al-Qomar. Mushola yang sudah dibangun sejak tahun 2002 ini, kondisinya sebelum giat TMMD begitu memprihatinkan. Namun dengan adanya giat TMMD, para prajurit bersemangat merenovasi mushola ini.

Lagi-lagi tiak cukup sampai disitu saja, Nandang Husein – Dewan Kesejahteraan Mushola Al Qomar mengatakan kalau anggota TNI bersama ustadz setempat sering memberikan pelatihan ngai bareng untuk menghidupkan sisi religi generasi muda Pancasila.

“Sering kalau habis Isya baca Al-Qur’an bareng anggota TNI, mengajarkan cara membaca Iqra’, sambal mendengarkan ceramah dari ustadz setempat”, kata Nandang.

Nandang Husein – Dewan Kesejahteraan Mushola Al Qomar. (FAMZ Media/Den)

Menurutnya, ilmu kerohanian juga harus selaras diterapkan disamping rasa nasionalisme. Hal itu penting, demi menyingkirkan perbedaan. (can/fath)

error: