TPA BURANGKENG DITUTUP WARGA, SAMPAH NUMPUK DI PASAR SETU BEKASI

Sampah menumpuk di Pasar Setu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (8/3/2019). Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah sayuran dan plastik menumpuk di tempat parkir kendaraan Pasar Setu. Sampah juga terlihat menumpuk di sejumlah sudut pasar, seperti di pinggir jalan dan dekat area pedagang. Bau sampah menyengat pun tercium di sekitar pasar. Menumpuknya sampah di Pasar Setu tersebut merupakan imbas dari ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Burangkeng oleh warga Desa Burangkeng. Warga menutup TPA itu lantaran protes tidak pernah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Sudah berhari-hari ini tidak ada yang angkut. Sampah numpuk semua tuh di jalanan, bau banget jadinya,” kata Riki, pedagang di Pasar Setu, Jumat.

Sejumlah pedagang pun mengeluhkan tumpukan sampah yang mulai membusuk dan menimbulkam bau tak sedap itu. Pelaksana Teknis Lapangan UPTD Pasar Setu Munaji mengatakan, pihaknya sudah mendengar keluhan dari sejumlah pedagang terkait tumpukan sampah di sekitar pasar.

Dia juga sudah berulang kali menginstruksikan sopir truk sampah untuk membawa sampah ke TPA Burangkeng. Namun, sopir tidak berani karena takut kena amukan warga Desa Burangkeng.

“Sudah berhari-hari numpuk sampahnya, sopir sih mau angkut tetapi takut sama warga. Kemarin (Senin (4/3/2019) kita sudah coba ke sana tetapi dicegat warga dan balik lagi ke sini truknya,” ujar Munaji.

Menurut Munaji, pihaknya juga sudah mengalihkan sampah ke lahan kosong milik warga. Namun, hal itu ditolak warga karena akan menimbulkan bau yang mengganggu warga. Setiap hari, kata dia, Pasar Setu memproduksi 6 ton sampah.

“Dulu itu masih mau lahannya dipakai tempat pembuangan sampah. Sekarang sudah enggak pada mau warga. Kita bingung mau bagaimana sekarang,” ujar Munaji.

Pada Senin, ratusan warga Desa Burangkeng berunjuk rasa di depan TPA Burangkeng dengan menutup TPA. Warga Desa Burangkeng pun menolak menghadiri undangan pertemuan dari Pemkab Bekasi di Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bekasi untuk membahas tuntutan warga terkait Tempat Pembuanhan Akhir (TPA) Burangkeng pada Rabu (6/3/2019) karena tak dihadiri Bupati dan Sekda Kabupaten Bekasi.

Karena menutupan TPA ini, tak ada truk sampah yang masuk ke area TPA. Adapun tuntutan warga Desa Burangkeng antara lain dibangunnya saluran air di permukiman warga, ada uang kompensasi dari Pemkab Bekasi untuk warga, perbaikan akses jalan TPA, dan pemeliharaan serta pembenahan TPA. (kmp/chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: