TPA CIKOLOTOK PUNYA KISAH, MULAI MIMPI JADI WISATA EDUKASI SAMPAI PERNAH BIKIN RESAH

Purwakarta – Di berbagai daerah termasuk Kabupaten Purwakarta, sampah setiap hari semakin bertambah, baik sampah organik maupun sampah non-organik.Setiap pagi petugas rajin mengambil sampah dari satu tempat ke tempat lain, lalu bermuara ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Cikolotok, Desa Megarsari, Kecamatan Pasawahan. Dari data TPA Sampah Cikolotok Purwakarta, sampah yang masuk ke TPA sekitar 702 meter kubik per hari, kalau dikonversi ke ton bisa sekitar 200 ton sampahper hariyang memenuhi TPA seluas hampir 10 hektar tersebut. Ade Iskandar – Kasi TPA Sampah Cikolotok bilang,dari ratusan ton sampah yang masuk, langsung dipilah pemulung. Untuk sampah basah diolahjadi kompos. Sementara untuk sampah kering, Ade berharap bisa didaur ulang jadi kerajinan.Tapi untuk saat inipengelolaan sampah kering masih sebatas jual beli sampah plastik antar pemulung dan pengepul. Dari potensi tersebut, Ade berharap TPA Cikolotok bisa jadi wisata edukasitentang pengelolaan sampah.

Ade Iskandar – Kasi Penanganan Sampah TPA Cikolotok

“Untuk sekarang memang masih pengolahan kompos saja, tapi kita harapkan kedepannya ada pengolahan dan pengelolaan sampah plastik untuk diubah jadi barang kerajinan bermanfaat tinggi. Setelah itu kami harapkan ada semacam wisata edukasi tentang pengelolaan sampah, sehingga TPA Cikolotok bisa jadi rujukan study banding”, kata Ade saat ditemui Reporter Famz Media Group di tempat kerjanya, Selasa (10/09) siang.

Alat berat di TPA Sampah Cikolotok Purwakarta

Sementara untuk keinginan jangka pendeknya, Ade berharap ada perhatian dari pemerintah khususnya Pemkab Purwakarta untuk menambah armada pengolah sampah, supaya pengelolaan sampah di Cikolotok lebih maksimal. Ade menjelaskan kalau pihaknya saat ini punya tiga alat berat dan itupun dari pengadaan sekitar tahun 2002 dan 2006. Ia menilai ketiga alat berat di TPA Sampah Cikolotok sudah terbilang tua dan sering mogok.

“Pernah di tahun 2017 alatnya mogok terus sampahnya menggunung dan sampahnya melorot terus menutupi saluran air pembuangan, apalagi pas hujan besar. Airnya nampung ke warga sampai akhirnya mereka protes keras. Akhirnya kami lakukan pendekatan ke warga sambal berusaha mengatasi masalah tersebut dengan membenahi alat berat yang rusak”, cerita Ade.

TPA Sampah Cikolotok Purwakarta

Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan bentuk perhatian konkrit dari pemerintahan khususnya Pemkab Purwakarta dalam hal pengelolaan sampah. (bay/can/fath)

error: