SEDEKAH BUMI, TRADISI LELUHUR WUJUD RASA SYUKUR

Purwakarta – Tradisi sedekah bumi sebagai bentuk ungkapan syukur keberhasilan panen, hingga kini masih dipertahankan sebagian besar masyarakat pedesaan di Purwakarta Jawa Barat.

Uniknya,warga mengungkapkan rasa syukur tidak hanya dengan hasil bumi,namun sesuai dengan hari lahir mereka seperti kipas, air,topi,korek api serta beragam benda lainnya.

Suasana meriah khas pedesaan terlihat saat acara sedekah bumi berlangsung di kampung Bunder, Cibening Purwakarta. Masyarakat berkumpul di rumah salah satu sesepuh desa,untuk melaksanakan ritual sedekah bumi .

Janur kuning dipasang di pintu masuk sebagai bentuk ucapan selamat datang. Demikian juga topi,kacang panjang,kipas dan air mineral juga digantungkan dipintu masuk.

Agus sopyan – Kepala desa Cibening mengatakan,sedekah bumi selain bentuk ucapan syukur panen petani yang berhasil, juga media tolak bala yang menghindarkan warga desa dari penyakit .

Sementara itu – Lihat- salah seorang warga mengakui,tradisi sedekah bumi sudah berlangsung turun temurun dan hingga kini masih dipertahankan atau menjadi sebuah tradisi .

Meski hanya berlangsung sekitar dua jam, namun masyarakat tetap mengikuti ritual sedekah bumi dengan khusuk. Mereka berharap agar panenan berikutnya lebih berhasil dan warga terhindar dari penyakit. Sementara itu,ritual sedekah bumi di beberapa tempat juga diadakan dan biasanya untuk meminta hujan. (bay/joy/fath)

error: