WASPADA! ADA KAJARI KARAWANG GADUNGAN PERAS TERPERIKSA KASUS KORUPSI

Karawang – Masyarakat Karawang diminta waspada terhadap penelepon gelap yang mengaku sebagai orang Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. Sebab ada dua orang penelepon sedang melancarkan aksi tipu-tipu memanfaatkan wewenang Kajari dan Kasipidum untuk memeras korban. 

“Saya tidak pernah menelepon siapapun apalagi meminta uang. Lagian itu bukan nomor saya,” kata Rohayatie, Kajari Karawang, Kamis (27/6/2019).

Mengutip detiknews.com, Rohayati menuturkan, dua penipu itu adalah seorang perempuan dan seorang pria. Penelepon perempuan mengaku sebagai Rohayatie dan penelepon pria mengaku sebagai Prasetyo, Kasipidsus Kajari Karawang. “Mereka menelepon terperiksa dan menakut-nakuti jika pihak yang diperiksa akan di-SP3. Padahal itu tidak benar,” kata Rohayatie. 

Rohayatie menuturkan dua penipu itu menggunakan nomor telepon 082191751955 dan 082191752022. Modus penipu itu terungkap saat seorang terperiksa mengkonfirmasi langsung kepada Rohayatie. 

“Seorang terperiksa konfirmasi ke saya, dia tanya, ‘Ibu Bajari telepon tidak?’. Dia tahu suara saya, dan penelepon suaranya dan logatnya beda dengan saya,” tutur Rohayatie. 

Saat ini, Rohayatie sudah meminta bantuan kepada polisi untuk melacak dua nomor tersebut. Hasilnya, dua penipu terlacak berada di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. “Saya minta seluruh terperiksa di Kejaksaan dan masyarakat waspada terhadap penipuan ini,” kata dia.

Saat ini Kejaksaan Negeri Karawang sedang menyelidiki dugaan kasus penyimpangan tunjangan guru di Karawang. Sebanyak 8 orang pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah dimintai keterangan.

“Untuk materi pokok pemeriksaan belum bisa kita sampaikan karena ini masih dalam proses penyidikan. Tunggu saja, apakah dari proses penyidikan ini ada atau tidaknya tindak pidana korupsi,” ujar Kajari. (mae/dn)

error: